KETIK, JAKARTA – Delegasi Indonesia bersama perwakilan hampir 70 negara meninggalkan aula Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersiap menyampaikan pidato.

Delegasi Indonesia secara tegas melakukan aksi walk out atau keluar dari ruang sidang pada Kamis, 24 September 2026, waktu setempat.

Para diplomat Indonesia tampak meninggalkan aula sesaat sebelum Netanyahu naik ke mimbar.

Momen tersebut terlihat dalam rekaman resmi Perutusan Tetap Republik Indonesia untuk PBB di New York yang diterima di Jakarta, Jumat, 25 September 2026.

Para utusan Indonesia tampak bergegas meninggalkan ruangan sehingga sejumlah kursi delegasi Indonesia kemudian kosong.

Baca Juga:
Indonesia Kuasai 58 Persen Bola, tapi Hanya Mampu Imbangi Singapura 1-1

Aksi tersebut menjadi bagian dari protes sejumlah negara terhadap tindakan Israel di Jalur Gaza dan Tepi Barat Palestina, serta pelanggaran gencatan senjata di Lebanon yang disebut memicu eskalasi konflik di kawasan.

Selain Indonesia, Turki, Palestina, Tunisia, Suriah, Aljazair, Yaman, Mesir, Irak, Arab Saudi, Yordania, Iran, Qatar, Lebanon, Malaysia, dan Kuwait termasuk negara yang perwakilannya meninggalkan ruang sidang.

Delegasi Spanyol, Brasil, Peru, Kuba, Nigeria, Ghana, Libya, Bangladesh, Afghanistan, Oman, Niger, Madagaskar, Botswana, Bahama, Antigua dan Barbuda, serta Tanjung Verde juga melakukan aksi walk out atau tidak menghadiri pidato Netanyahu.

Banyaknya delegasi yang keluar membuat sebagian besar area aula Majelis Umum PBB tampak kosong ketika Netanyahu mulai menyampaikan pidatonya.

Baca Juga:
Sekolah Bisa Beri Nilai 1-5 Bintang untuk Layanan MBG, BGN Siapkan Aplikasi Rating

Suasana di dalam ruangan juga sempat riuh dan diwarnai antrean panjang para diplomat di pintu keluar.

Kondisi tersebut membuat pimpinan sidang mengetok palu beberapa kali untuk mengimbau agar ketertiban tetap terjaga.

Menanggapi banyaknya delegasi yang meninggalkan ruangan, Netanyahu justru menyindir para peserta sidang yang memilih keluar sebelum pidatonya dimulai.

“Sebelum saya mulai, jika ada pengecut moral yang masih belum keluar dari aula ini, tolong lakukan sekarang,” ujar Netanyahu sebagaimana disiarkan UN Web TV.

Meski aksi protes meluas, sejumlah negara tetap menempatkan perwakilannya di dalam ruang sidang selama Netanyahu berpidato.

Amerika Serikat, Jerman, Argentina, Hungaria, Serbia, Ukraina, Ceko, dan Yunani termasuk di antaranya.

Inggris, Prancis, Irlandia, Belgia, dan Norwegia juga tetap menempatkan perwakilan mereka di dalam ruangan.

Delegasi Uni Eropa turut berada di lokasi.

China diwakili oleh satu diplomat.

Sementara itu, delegasi Uni Emirat Arab dan Bahrain juga tetap berada di tempat mereka selama pidato Netanyahu berlangsung.

Aksi walk out tersebut berlangsung di tengah kecaman internasional terhadap serangan Israel di Gaza, kebijakan Israel di Tepi Barat yang diduduki, serta serangan terhadap Lebanon dan Suriah.

Komisi Penyelidikan Internasional Independen PBB pada September 2025 menyimpulkan bahwa Israel telah melakukan genosida terhadap warga Palestina di Gaza.

Israel menolak temuan tersebut.

Netanyahu juga menjadi subjek surat perintah penangkapan Mahkamah Pidana Internasional atau International Criminal Court (ICC) yang dikeluarkan pada 21 November 2024.

Surat perintah tersebut berkaitan dengan dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan di Jalur Gaza.

Dalam kunjungannya kali ini, Netanyahu dilaporkan hanya menghabiskan waktu sekitar enam jam di Amerika Serikat untuk menghadiri rangkaian Sidang Majelis Umum PBB.(*)