KETIK, MALANG – Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang menargetkan angka kunjungan wisatawan mencapai 3,2 juta orang sepanjang 2026. Pemerintah Kota Malang juga menargetkan durasi tinggal para pelancong minimal dua hari. 

Kepala Disporapar Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, mengungkapkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kunjungan wisatawan ke Kota Malang hingga pertengahan 2026 baru menyentuh 1,2 juta orang. Menurutnya, capaian tersebut masih bisa ditingkatkan, salah satunya melalui video promosi wisata.

Guna mencapai target tersebut, Arif merancang video pendek bertajuk "48 Hours in Malang City". Konsep ini diusung untuk mendongkrak tingkat hunian hotel dan memperpanjang masa tinggal wisatawan, yang diharapkan berimbas pada peningkatan perputaran ekonomi daerah.

"Dengan lamanya wisatawan tinggal di Kota Malang, perputaran ekonomi di Kota Malang akan semakin naik, UMKM jalan, kuliner jalan, dan semua yang ada di Kota Malang jalan. Ini menjadi multiplier effect, sehingga perekonomian yang ada di Kota Malang bisa jalan terus," ujarnya.

Kepala Disporapar Kota Malang, Arif Tri Sastyawan menjelaskan target wisatawan tahun 2026. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

Baca Juga:
Marak Investasi Bodong, Investor Pasar Modal di Malang Justru Melonjak 78 Persen

Arif menambahkan, program unggulan Wali Kota Malang "Seribu Event" terus bergulir setiap pekan. Terdekat, Disporapar berkolaborasi dengan Polresta Malang Kota dan Pemerintah Kota Malang untuk menggelar ajang urban trail pada 31 Oktober–1 November 2026. 

Event lari ini dirancang melintasi empat kampung tematik ikonik, yakni Kampung Putih, Kampung Biru Aren, Kampung Warna-Warni Jodipan, dan Kampung Heritage Kayutangan.

Agenda sport tourism ini digagas sebagai sarana promosi untuk mengenalkan daya tarik khas Kota Malang yang memadukan kegiatan olahraga, kawasan warisan sejarah peninggalan kolonial Belanda, dan keunikan kampung tematik.

"Ini lebih mempromosikan wisatawan bahwa Kota Malang ini, selain sport tourism yang jalan, kita punya wisata heritage peninggalan dari Belanda, punya kampung tematik yang bisa kita jual," tutur Arif.

Baca Juga:
Swiss-Belinn Malang Gelar Sunset Chill Bar Take Over, Hadirkan Nuansa Senja nan Santai

Melalui sinergi event dan optimalisasi destinasi unggulan tersebut, Pemkot Malang optimistis target kunjungan wisatawan tahun ini dapat terealisasi dan terus meningkat pada tahun berikutnya.

"Kota Malang saya sampaikan berbeda dengan Kota Batu. Kota Malang juga berbeda dengan Kabupaten Malang. Kota Malang punya ciri khas sendiri dan ini yang harus kita tonjolkan, kita jual sehingga ke depan target 3,2 juta di tahun 2026 ini jumlah wisatawan kita bisa terpenuhi,” jelas Arif. 

“Mudah-mudahan di tahun 2027 nanti jumlah wisatawan asing dan wisatawan dalam negeri bisa naik," harapnya.(*)