KETIK, PACITAN – Kehadiran Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan ke-79 di Halaman Pendopo Kabupaten Pacitan membawa euforia luar biasa.
Sejak pagi, ratusan warga sudah memadati area Pendopo Pacitan lengkap dengan membawa berbagai ornamen bernuansa merah putih.
Pun sebagai tamu kehormatan, SBY disambut dengan berbagai pertunjukan kesenian khas Kota 1001 Gua.
Paling menarik, adalah penampilan dari seniman lokal, salah satunya seni ronthek kelompok Deling Glagah Ombo asal Desa Tamanasri Kecamatan Pringkuku.
Baca Juga:
Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban TerbanyakDentuman suara perkusi yang menghentak, nyanyian yang menggetarkan jiwa, pun tarian penuh semangat. Itu seolah menyulap suasana menjadi lebih hidup.
Pertunjukannya pun menggambarkan semangat juang rakyat Pacitan yang taj pernah padam.
Selain itu, penampilan parade TNI, Polri dan paskibraka juga tak kalah luar biasanya.
SBY pun memberikan apresiasi atas pelaksanaan upacara detik-detik proklamasi yang dinilainya sempurna.
Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda JatimDalam pidatonya, SBY tak bisa menyembunyikan rasa bangganya.
Seluruh pengisi acara pun mendapat acungan jempol dari SBY. Mulai dari parade peserta upacara, pasukan pengibar bendera, korp musik, juga penari dan pemilihan lagu-lagu.
"Saya menilai semua yang disajikan baik tari-tarian dan lagu-lagu yang dipersembahkan dalam rangka memperingati 17 Agustus tahun 2024 ini sangat bagus. Upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Pacitan ini tidak ini kalah dengan di Istana Negara," ucap SBY saat memberikan sambutan setelah upacara digelar, Sabtu, (17/08/2024).
"Semua bagus dan sangat kompak. Parade TNI, Polri, Paskibraka, pertunjukan seni khas Pacitan juga sangat luar biasa," tambahnya.
Lebih lanjut, SBY menyebut penilaiannya itu berdasarkan pengamatannya sesuai saat dirinya menjadi TNI Angkatan Darat.
"Saya mengatakan bagus bukan dibuat-buat, tapi saya pernah menjadi komandan upacara 17 Agustus di Istana Negara tahun 1994 dan sepuluh tahun kemudian saya menjadi inspektur upacara di 2004. Jadi saya mengatakan bagus itu memang benar-benar bagus," ucapnya kepada sejumlah warga dan peserta.
Menanggapi itu, Aji, sapaan akrab Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji mengucapkan terima kasih. Suksesnya pelaksanaan upacara kali ini patut disyukuri, pun membuktikan bahwa Pacitan tidak kalah dan bisa.
"Terima kasih kepada semua yang terlibat dalam upacara ini, penghargaan dan apresiasi ini untuk kita semua, kita patut bersyukur dan Pacitan tidak kalah," pinta Aji.
Ucapan terima kasih juga diberikan Bupati atas kehadiran SBY serta Cadaka Dharma Alumni AKABRI 1973 di Pacitan.
Selama di Pacitan, Bupati Aji berharap, para purawirawan TNI dan Polri tersebut menyempatkan diri berwisata dan bisa mempromosikan Pacitan ke saudara, teman dan khalayak di tempatnya masing-masing.
Sebagai informasi, dalam acara tersebut, SBY hadir bersama teman angkatannya. Seperti, jenderal, laksamana dan marsekal serta kolonel dari alumni AKABRI 1973 Cadaka Dharma AD, AL, AU dan Kepolisian. (*)