KETIK, SIMEULUE – Ketidakhadiran iklan ucapan selamat dari Pemerintah Kabupaten Simeulue di media siber lokal saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Simeulue pada 2026 menuai sorotan. Ketua DPD Ikatan Wartawan Online (IWO) Indonesia Kabupaten Simeulue, Eko Susanto alias Bintang Selatan, mempertanyakan perhatian pemerintah daerah terhadap keberadaan dan peran media lokal.
Eko menegaskan, pers tidak hanya bertugas memublikasikan kegiatan pemerintah. Media juga berperan menyampaikan informasi pembangunan, mengawal kebijakan, menyalurkan aspirasi masyarakat, serta menjalankan fungsi kontrol sosial.
“Jangan sampai pemerintah hanya menganggap media penting ketika membutuhkan publikasi, tetapi mengabaikan keberadaannya ketika pers menyampaikan kritik. Pers bukan alat pencitraan pemerintah, melainkan pilar demokrasi yang harus dihormati independensinya,” tegas Eko Susanto, Rabu, 14 Oktober 2026.
Menurut Eko, iklan ucapan hari jadi tidak semata-mata menjadi bagian dari seremoni. Publikasi semacam itu juga dapat menjadi sarana komunikasi publik dan mencerminkan kemitraan antara pemerintah daerah dengan media.
Ia menilai, pemerintah perlu menjalankan kebijakan publikasi secara transparan, adil, dan proporsional dengan tetap mengikuti ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, hubungan pemerintah dan media dapat terbangun melalui prinsip kemitraan tanpa mengurangi independensi pers.
Baca Juga:
HUT ke-27 Simeulue, Organda Soroti Pelibatan Organisasi dan Perubahan JadwalEko berharap peringatan HUT ke-27 Kabupaten Simeulue menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi pola komunikasi dan kemitraannya dengan media lokal. Menurutnya, pemerintah perlu menghargai kontribusi media dalam menyebarluaskan informasi pembangunan sekaligus memberi ruang bagi pers untuk menjalankan fungsi kritik.
“Pada usia ke-27 Kabupaten Simeulue, pemerintah seharusnya tidak hanya merayakan perjalanan pembangunan melalui seremoni, tetapi juga melakukan introspeksi terhadap pola komunikasi dan kemitraannya dengan pers. Jangan sampai media lokal yang selama ini turut menyebarluaskan informasi pembangunan justru terasa diabaikan,” tutupnya. (*)