KETIK, JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember memprioritaskan lima kelompok masyarakat sebagai penerima layanan Home Care, program kesehatan berbasis kunjungan rumah yang baru diluncurkan untuk memperluas akses pelayanan bagi warga yang kesulitan datang ke fasilitas kesehatan.

Bupati Jember Muhammad Fawait menjelaskan, program tersebut dirancang agar pelayanan kesehatan tidak lagi hanya menunggu pasien datang ke puskesmas atau rumah sakit. Sebaliknya, tenaga kesehatan akan mendatangi langsung rumah warga yang masuk dalam kategori prioritas.

Menurutnya, sasaran utama Home Care adalah kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan mobilitas maupun akses terhadap layanan kesehatan.

"Kelompok pertama adalah lansia tunggal yang hidup tanpa keluarga pendamping. Kelompok kedua ialah ibu hamil dengan risiko tinggi. Selanjutnya anak yang mengalami stunting, penyandang disabilitas yang memiliki penyakit penyerta, serta masyarakat tidak mampu yang menderita penyakit kronis atau berkepanjangan," ujar Gus Fawait, saat ditemui di sela-sela mengunjungi lansia penerima manfaat Home Care di Kecamatan Tanggul, Selasa, 28 Juli 2026. 

Ia menegaskan, kelima kelompok tersebut dipilih berdasarkan tingkat kerentanan mereka terhadap masalah kesehatan sekaligus hambatan untuk memperoleh pelayanan medis secara rutin.

Baca Juga:
Gus Fawait Tinjau Dua Lansia Penerima Home Care, Pastikan Warga Tak Lagi Kesulitan Berobat

Menurut Gus Fawait, setiap penerima manfaat akan mendapatkan kunjungan berkala dari tenaga kesehatan puskesmas sedikitnya satu kali setiap bulan. Dalam setiap kunjungan, petugas akan melakukan pemeriksaan kesehatan dasar sekaligus pemeriksaan penunjang apabila diperlukan.

"Setiap bulan mereka akan didatangi tim nakes. Dilakukan pemeriksaan dasar. Kalau dibutuhkan pemeriksaan gula darah, kolesterol, asam urat, dan lainnya akan dilakukan. Kalau cukup diberi obat atau vitamin, langsung diberikan," ungkapnya.

Program tersebut juga dilengkapi sistem telemedicine sehingga petugas kesehatan di lapangan dapat menghubungkan pasien dengan dokter umum di puskesmas melalui konsultasi daring apabila dibutuhkan.

"Kalau butuh konsultasi dokter umum bisa melalui video call dengan dokter puskesmas. Kalau ternyata membutuhkan dokter spesialis, akan disambungkan dengan dokter spesialis atau subspesialis di tiga rumah sakit di Kabupaten Jember. Kalau dokter menyatakan harus dirujuk, maka tim akan memastikan pasien dibawa ke rumah sakit," katanya.

Baca Juga:
Gus Fawait Gencarkan Sosialisasi Home Care hingga Pelosok Desa, Sekaligus Tinjau Penerima Manfaat

Melalui pola pelayanan tersebut, pasien tidak perlu berpindah-pindah fasilitas kesehatan hanya untuk mendapatkan pemeriksaan awal. Penanganan dapat dimulai dari rumah, sementara keputusan mengenai rujukan dilakukan berdasarkan hasil konsultasi antara tenaga kesehatan lapangan dengan dokter.

Gus Fawait mengatakan konsep ini menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menyediakan layanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau masyarakat kurang mampu. Menurutnya, warga yang memiliki kemampuan ekonomi umumnya dapat berobat secara mandiri atau bahkan mempunyai dokter keluarga. Karena itu, Home Care diprioritaskan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan pendampingan.

"Inilah yang kami maksud dokter keluarga bagi warga tidak mampu," ucapnya.

Ia berharap layanan tersebut mampu mempercepat penanganan penyakit sekaligus mencegah kondisi pasien memburuk akibat keterlambatan memperoleh pelayanan medis.

Implementasi program itu mulai dijalankan melalui rangkaian kegiatan Bunga Desaku di Kecamatan Tanggul. Dalam kesempatan tersebut, Gus Fawait bersama tim kesehatan mengunjungi dua lansia bersaudara, Sumirus (76) dan Rubi'ah (80), di Dusun Krajan, Desa Tanggul Kulon, yang ditetapkan sebagai penerima manfaat Home Care. Salah satu lansia diketahui mengalami hipertensi dan akan menjalani pengobatan rutin, sedangkan satu lainnya dijadwalkan menjalani pemeriksaan lanjutan karena mengalami kelumpuhan pada kaki.

Kunjungan tersebut menjadi gambaran awal pelaksanaan Home Care di lapangan sekaligus menegaskan bahwa program ini menyasar warga rentan yang selama ini kesulitan mengakses pelayanan kesehatan secara mandiri. (*)