KETIK, JEMBER – Model pelayanan kesehatan jemput bola yang dikembangkan Pemerintah Kabupaten Jember melalui Home Care mendapat perhatian Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Wakil Menteri Kesehatan Benyamin Paulus Octavianus bahkan mulai memperkenalkan pengalaman Jember tersebut kepada sejumlah daerah.

Benyamin menyampaikan hal itu saat bertemu Bupati Jember Muhammad Fawait bersama jajaran Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) serta sejumlah direktur rumah sakit daerah Jember di Kementerian Kesehatan, Jumat, 25 September 2026.

Menurut Benyamin, pola pelayanan yang diterapkan Jember menarik perhatian karena tenaga kesehatan mendatangi langsung rumah warga yang membutuhkan layanan. Ia mengaku telah menceritakan pengalaman tersebut saat melakukan kunjungan ke sejumlah daerah.

“Saya sudah sampaikan di berbagai daerah. Saya di Jawa Barat saya jelaskan apa yang dikerjakan di Jember dan semua terkaget-kaget,” ujar Benyamin saat rapat di Jakarta.

Melalui Home Care, tenaga kesehatan mendatangi rumah warga sehingga masyarakat yang mengalami kendala mengakses fasilitas kesehatan tetap dapat memperoleh pelayanan. Pola tersebut menjadi alternatif bagi warga yang tidak selalu mudah mendatangi fasilitas kesehatan.

Baca Juga:
Jawab Tuntutan Pedagang, Gus Fawait Siapkan Pembenahan dan Pengembalian Fungsi Pasar Tanjung Jember

Benyamin menilai pengalaman Jember perlu terus dilihat perkembangannya. Ia mengatakan pemerintah tetap membutuhkan evaluasi untuk mengetahui hasil pelaksanaan Home Care setelah program berjalan selama beberapa bulan.

“Review-nya nanti setelah beberapa bulan ini bagaimana,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, Muhammad Fawait memaparkan pengembangan Home Care Jember kepada Kemenkes. Ia menegaskan program tersebut tidak hanya mengandalkan kunjungan tenaga kesehatan ke rumah warga, tetapi juga menghubungkan hasil pelayanan lapangan dengan Sistem Informasi Kesehatan (SIMKES) Kabupaten Jember.

Sistem tersebut memungkinkan pemerintah mencatat berbagai informasi, mulai dari sasaran penerima layanan, kunjungan, rekam medis hingga kebutuhan tindak lanjut pasien. Pemerintah kemudian dapat menggunakan data tersebut untuk memastikan pelayanan tidak berhenti setelah kunjungan pertama.

Baca Juga:
Dikritik Cuma Periksa Pasien, Puskesmas Kencong Jelaskan Mekanisme Home Care Jember

“Yang kami sampaikan kepada Kementerian Kesehatan bukan sekadar program, tetapi blueprint bagaimana pelayanan kesehatan bisa lebih dekat dengan masyarakat,” kata Fawait.

Menurut Fawait, kunjungan langsung ke rumah juga memberikan keuntungan lain bagi petugas. Mereka dapat melihat kondisi keluarga dan lingkungan pasien secara langsung sehingga memperoleh gambaran yang mungkin tidak terlihat ketika pemeriksaan hanya berlangsung di fasilitas kesehatan.

Pelaksanaan Home Care di lapangan bahkan menemukan persoalan di luar aspek kesehatan. Petugas menemukan sejumlah warga miskin atau rentan yang belum masuk dalam pendataan pemerintah.

Petugas juga menemukan warga yang belum memiliki dokumen administrasi kependudukan. Temuan tersebut kemudian dapat dikoordinasikan dengan perangkat daerah terkait sesuai kewenangannya.

Dengan mekanisme tersebut, kunjungan tenaga kesehatan tidak hanya menjadi sarana untuk mengetahui kondisi pasien. Hasil kunjungan juga dapat menjadi pintu masuk bagi pemerintah untuk mengidentifikasi kebutuhan warga lainnya.

“Ketika kita datang ke rumah warga, kita bukan hanya menemukan persoalan kesehatan. Kita juga bisa menemukan warga miskin atau rentan yang belum terdata, bahkan warga yang belum memiliki dokumen kependudukan,” ujar Fawait.

Fawait menilai temuan tersebut semakin menunjukkan pentingnya pengembangan Home Care bersama sistem informasi. Pemerintah dapat mengumpulkan data langsung dari lapangan sekaligus menggunakannya untuk menentukan kebutuhan pelayanan berikutnya.

Paparan mengenai pola tersebut menjadi bagian dari pembahasan Fawait bersama Kemenkes dalam pertemuan di Jakarta. Di sisi lain, Benyamin mulai mengenalkan pengalaman Home Care Jember kepada daerah lain, termasuk saat berada di Jawa Barat.

Pemkab Jember tetap akan mengembangkan sekaligus mengevaluasi pelaksanaan Home Care di daerahnya. Evaluasi diperlukan untuk melihat hasil program setelah berjalan beberapa bulan dan menentukan pengembangan pelayanan selanjutnya. (*)