KETIK, BOGOR – Kondisi hewan kurban sebelum penyembelihan ternyata berpengaruh besar terhadap kualitas daging yang dihasilkan. Hewan yang mengalami stres berisiko menghasilkan daging dengan mutu lebih rendah dan daya simpan yang lebih pendek.

Ahli anatomi veteriner dan perilaku hewan IPB University, Dr. drh. Supratikno, menjelaskan bahwa stres memicu perubahan fisiologis pada tubuh hewan yang berdampak langsung terhadap kualitas daging setelah penyembelihan.

Menurutnya, stres menyebabkan pembuluh darah menyempit sehingga proses pengeluaran darah saat penyembelihan tidak berlangsung optimal. Kondisi tersebut dapat menurunkan kualitas daging yang dihasilkan.

Selain itu, stres berlebihan menguras cadangan glikogen dalam otot. Akibatnya, pembentukan asam laktat setelah penyembelihan menjadi terganggu.

“Tanpa asam laktat yang cukup, pH daging tetap tinggi dan menyebabkan kondisi dark, firm, and dry (DFD) meat, yakni daging menjadi gelap, keras, dan kering,” ujarnya, Minggu, 31 Mei 2026. 

Baca Juga:
Penanganan Tepat Hewan Kurban Jadi Kunci Menjaga Kualitas Daging

Ia menambahkan, hewan yang stres juga lebih rentan mengalami memar atau bruising akibat banyak bergerak dan meronta sebelum disembelih.

Kondisi DFD maupun memar pada daging tidak hanya memengaruhi tampilan fisik dan tekstur, tetapi juga mempercepat proses kerusakan. Daging dengan karakteristik tersebut umumnya memiliki daya simpan lebih rendah sehingga kurang diminati konsumen.

Karena itu, menjaga kondisi hewan tetap tenang sebelum penyembelihan menjadi bagian penting dalam memastikan kualitas daging kurban tetap baik hingga diterima masyarakat.

Di sisi lain, Dr. Supratikno juga mengingatkan pentingnya mengenali tanda-tanda stres pada hewan kurban sejak dini. Hewan yang gelisah, mengeluarkan air liur berlebih, bernapas terengah-engah, atau menunjukkan perilaku tidak biasa perlu mendapatkan penanganan yang lebih baik sebelum disembelih.

Baca Juga:
Intip Antusiasme Warga Awe Kecil Simeulue Sembelih 7 Hewan Kurban di Pantai Desa

Ia juga menyarankan panitia kurban mengurangi faktor-faktor pemicu stres, seperti kebisingan, kerumunan orang, dan penanganan yang kurang tepat. Langkah sederhana tersebut dapat membantu menjaga kesejahteraan hewan sekaligus meningkatkan kualitas daging kurban. (*)