KETIK, BATU – Komoditas hortikultura asal Kota Batu masih menjadi andalan pasar luar daerah. Dari Pasar Sayur Kota Batu, berbagai jenis sayuran segar rutin dikirim ke Jakarta, Bali, Sumatera hingga Kalimantan untuk memenuhi kebutuhan pasar nasional.

Salah satu komoditas yang rutin dikirim ke luar pulau adalah sawi putih, wortel, dan kentang, hasil panen petani di Desa Sumberbrantas.

Purnomo, salah seorang petani asal Desa Sumberbrantas, mengatakan pengiriman sawi putih ke wilayah Kalimantan dilakukan hampir setiap hari sesuai permintaan pasar. 

Dalam sekali pengiriman, paparnya, jumlah sayuran yang didistribusikan bisa mencapai dua ton.

“Kalau Ini sawi putih dari Desa Sumberbrantas yang akan didistribusikan ke Kalimantan. Hampir setiap hari kami mengirim ke sana, tergantung jumlah pesanan. Biasanya sekitar dua ton,” ujarnya, Senin, 25 Mei 2026.

Baca Juga:
Di Tengah Kasus Jual Beli Kios, Eks Kepala UPT Pasar Among Tani Pilih Pensiun Dini

Ia menjelaskan, proses pengemasan dilakukan secara khusus agar kualitas sayuran tetap terjaga selama perjalanan menuju luar daerah. 

Setiap wadah berisi sekitar 50 kilogram sawi putih sebelum akhirnya dikirim menggunakan jalur distribusi antarpulau.

“Satu wadah biasanya berisi 50 kilogram. Supaya lebih awet, kami menaburkan bubuk magnesium pada sayuran sebelum dikemas menggunakan kertas,” katanya.

Menurutnya, distribusi hasil pertanian melalui Pasar Sayur Kota Batu tidak hanya melayani kebutuhan pasar lokal maupun wilayah Jawa Timur. 

Baca Juga:
Kedelai Impor Melonjak, Produsen Tempe Kota Batu Terpaksa Pangkas Ukuran

Produk hortikultura dari kawasan pertanian Kota Batu juga telah rutin dipasarkan ke sejumlah daerah besar di Indonesia.

Selain Kalimantan, hasil pertanian dari Kota Batu diketahui turut dikirim ke Jakarta, Bali, hingga beberapa wilayah di Sumatera. 

Kondisi tersebut menunjukkan komoditas pertanian asal daerah pegunungan tersebut masih memiliki permintaan cukup tinggi di pasar nasional.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Batu, Heli Suyanto, mendorong para petani untuk terus menjaga kualitas hasil panen sekaligus mulai meningkatkan nilai tambah produk pertanian melalui proses pascapanen yang lebih baik.

“Petani Batu harus bangga karena produk pertanian dari tanah Batu terkenal memiliki kualitas unggul berkat faktor iklim dan kesuburan tanahnya,” ujarnya.

Ia juga mengajak petani kentang, wortel, maupun sayuran lainnya untuk mulai memperhatikan proses pemilahan hasil panen, pengemasan yang lebih higienis, hingga pengolahan produk semi jadi agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

“Saya mendorong para petani mulai melirik proses pascapanen, mulai dari pemilahan yang ketat, pengemasan yang bersih, hingga pengolahan semi jadi agar produk hortikultura Kota Batu bisa naik kelas,” kata Mas Heli, sapaan akrabnya.

Menurut Mas Heli, petani hortikultura merupakan salah satu penopang utama ketahanan pangan sekaligus penggerak ekonomi daerah. 

Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen terus mendampingi petani mulai dari sektor produksi hingga pemasaran.

“Petani hortikultura adalah pahlawan pangan dan salah satu pilar kebanggaan Kota Batu. Kami ingin membuktikan bahwa kentang, wortel, dan sayur-mayur dari tanah Batu bukan sekadar komoditas, tetapi simbol kesejahteraan dan kualitas yang disegani di tingkat nasional,” pungkasnya.(*)