KETIK, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebanyak 509 zona musim di Indonesia atau sekitar 72,8 persen wilayah akan berada dalam kondisi kering hingga Jumat, 31 Juli 2026.
Kondisi tersebut dipengaruhi menguatnya fenomena El Nino yang menyebabkan pembentukan awan hujan semakin berkurang di sebagian besar wilayah Tanah Air.
Berdasarkan pemantauan BMKG, meluasnya musim kemarau turut meningkatkan jumlah Hari Tanpa Hujan (HTH) di berbagai daerah.
Tercatat sebanyak 1.366 titik pengamatan mengalami HTH kategori panjang atau 21 hingga 30 hari, sementara 943 titik lainnya masuk kategori sangat panjang dengan durasi 31 hingga 60 hari tanpa hujan.
BMKG juga mencatat sebanyak 70 titik pengamatan telah memasuki kategori HTH ekstrem panjang atau lebih dari 60 hari tanpa hujan. Sebagian besar titik tersebut berada di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Baca Juga:
Prancis dan Spanyol Berpacu Padamkan Kebakaran Hutan, Lebih dari 90 Ribu Hektare Lahan HangusRekor Hari Tanpa Hujan terlama saat ini terjadi di Pos Hujan RPH Katerban, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, yang telah mencapai 80 hari tanpa hujan.
BMKG menjelaskan, kondisi tersebut dipicu oleh menguatnya fenomena El Nino.
Pemantauan terhadap Indeks Nino 3.4 menunjukkan peningkatan dibandingkan periode sebelumnya, sementara Southern Oscillation Index (SOI) berada jauh di bawah nol.
Kedua indikator iklim global tersebut mengisyaratkan El Nino diperkirakan terus menguat hingga mencapai kategori kuat sepanjang tahun 2026. Dampaknya, suhu permukaan laut di Samudra Pasifik menjadi lebih hangat dari kondisi normal sehingga pasokan uap air menuju Indonesia berkurang dan pembentukan awan hujan menjadi lebih sulit.
Baca Juga:
Satresnarkoba Polres Pemalang Bongkar Pabrik Cairan Ganja Sintetis, 2 Pemuda DitangkapMeski demikian, BMKG menyebut peluang hujan masih terdapat di sejumlah wilayah akibat pengaruh dinamika atmosfer regional.
Gelombang atmosfer yang melintasi Sumatera dan Kalimantan serta bibit siklon tropis di perairan utara Maluku Utara masih berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat secara lokal.
Wilayah Aceh, sebagian Sumatera bagian utara dan barat, sebagian Kalimantan, serta Sulawesi Utara diprakirakan masih berpotensi mengalami hujan dalam beberapa hari ke depan.
Namun secara umum, cuaca di Indonesia hingga akhir Juli masih didominasi kondisi cerah berawan dan kering.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak musim kemarau, mulai dari cuaca panas, dehidrasi, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan.
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan maupun membakar sampah menggunakan api serta segera melaporkan apabila menemukan titik api di wilayahnya.
Selain itu, warga yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari disarankan menggunakan pelindung diri, seperti topi dan tabir surya, serta memperbanyak konsumsi air putih guna menghindari gangguan kesehatan akibat paparan suhu panas.(*)