KETIK, JAKARTA – Kekecewaan gagal meraih Ballon d’Or tak membuat Lamine Yamal kehilangan fokus. Bintang muda Barcelona itu justru mendapat pujian dari pelatihnya, Hansi Flick, karena mampu menyikapi hasil pemungutan suara dengan baik dan tetap serius menjalani latihan.

Yamal harus puas menempati posisi ketiga dalam pemungutan suara Ballon d’Or tahun ini. Pemain berusia 19 tahun tersebut berada di bawah Kylian Mbappe yang menempati posisi kedua dan Harry Kane yang keluar sebagai pemenang.

Hasil itu cukup mengejutkan mengingat Yamal tampil gemilang sepanjang musim. Ia membantu Barcelona menjuarai La Liga dan turut mengantarkan Timnas Spanyol meraih gelar Piala Dunia.

Meski belum berhasil membawa pulang penghargaan individu paling bergengsi di dunia sepak bola tersebut, Flick yakin Yamal memiliki kemampuan untuk memenangkannya pada masa mendatang.

“Harry Kane memang pantas mendapatkannya, tetapi kalian sudah tahu apa pendapat saya tentang Lamine. Dia memiliki level yang dibutuhkan untuk memenangkan penghargaan ini,” kata Flick pada Jumat, 30 Oktober 2026, dilansir dari Aljazeera.

Baca Juga:
Barcelona Bidik Kemenangan Atas Alaves, Hansi Flick: Bertekad Akhiri Tren Kekalahan

Pelatih asal Jerman itu juga mengaku bangga dengan sikap Yamal setelah pengumuman pemenang Ballon d’Or. Menurutnya, sang pemain tidak larut dalam kekecewaan dan tetap menunjukkan fokus selama latihan.

“Saya sangat bangga kepada Lamine. Dia merespons dengan sangat baik dan sangat fokus saat latihan,” ujar Flick.

“Itulah cara yang tepat untuk merespons. Mentalitasnya sangat baik bagi tim,” lanjutnya.

Barcelona Bertekad Akhiri Tren Kekalahan

Baca Juga:
Bocah Ajaib 19 Tahun Antar Spanyol Juara Piala Dunia, Ukir Sejarah di Usia Muda

Di tengah sorotan terhadap Yamal, Barcelona juga tengah berusaha bangkit setelah menelan dua kekalahan beruntun. Tim berjuluk Blaugrana itu akan menjamu Alaves pada Minggu, 1 September 2026 dengan target kembali meraih kemenangan.

Sebelumnya, Barcelona mengawali musim dengan hasil meyakinkan. Mereka menyapu bersih 11 pertandingan pertama di semua kompetisi sebelum akhirnya mengalami kekalahan saat menghadapi Paris Saint-Germain (PSG) di Liga Champions, pekan lalu.

Bermain di kandang PSG, Barcelona harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 2-4. Hasil buruk itu berlanjut ketika Barcelona menjamu rival abadi mereka, Real Madrid, dalam lanjutan La Liga akhir pekan lalu.

Bermain di kandang sendiri, Barcelona kalah 1-2 dalam pertandingan yang diwarnai penampilan apik Mbappe.

Dua kekalahan tersebut membuat pertandingan melawan Alaves menjadi kesempatan penting bagi Barcelona untuk kembali ke jalur kemenangan.

“Hal terpenting besok adalah meraih kemenangan,” kata Flick.

Ia menilai Barcelona sebenarnya masih memiliki kualitas permainan yang baik. Flick juga melihat suasana positif dalam sesi latihan terakhir dan berharap para pemain mampu menunjukkan kemampuan terbaik mereka di lapangan.

“Tim bermain dengan baik dan kami percaya pada kekuatan kami sendiri. Saya melihat sesi latihan yang bagus dan suasana tim yang positif. Kami harus menunjukkannya besok,” ujarnya.

Meski demikian, Flick mengingatkan anak asuhnya agar tidak meremehkan Alaves. Menurutnya, lawan mereka memiliki kemampuan bertahan yang baik sehingga Barcelona harus tampil maksimal untuk mengamankan tiga poin.

“Alaves adalah tim yang tahu cara bertahan dengan baik, tetapi kami adalah Barca dan ingin menunjukkan versi terbaik kami,” kata Flick.

Flick Minta Barcelona Belajar dari Kekalahan

Barcelona masih berada di puncak klasemen La Liga dengan keunggulan dua poin. Mereka juga akan menghadapi Atletico Madrid dalam pertandingan berikutnya, sehingga kemenangan atas Alaves penting untuk menjaga posisi di papan atas.

Flick mengakui kekalahan bukanlah hasil yang mudah diterima. Namun, ia meminta para pemain menjadikan hasil buruk tersebut sebagai bahan evaluasi, bukan alasan untuk kehilangan kepercayaan diri.

Menurutnya, perjalanan menuju akhir musim masih panjang dan Barcelona masih memiliki banyak kesempatan untuk meraih gelar juara.

“Pada akhir musimlah kami bisa memenangkan trofi,” ujar Flick.

“Kami harus menghadapi situasi ini. Kami sebenarnya bisa saja menang, tetapi kami harus menerima kekalahan dan belajar darinya," lanjutnya. (*)