KETIK, TULUNGAGUNG – Pengarah Utama Komunitas Hoki Santri Mandiri Jawa Timur sekaligus Ketua Bidang Pemberdayaan Masyarakat FOR SANTRI Jatim, KH. Muhammad Ainur Rafiq, S. Pdi atau Gus Rofiq, bersama CEO Sinar Papua Deni Wijaya menyepakati sinergi pengembangan empat sektor bisnis untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Kesepakatan tersebut dibahas dalam pertemuan yang berlangsung di Dapur Cobain, Desa Ngunut, Kabupaten Tulungagung, Senin malam, 5 Oktober 2026.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas pengembangan usaha berbasis kemitraan yang diarahkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat, termasuk melalui jaringan santri dan pesantren.

Empat sektor yang menjadi fokus sinergi tersebut meliputi penjualan dan distribusi air minum, penjualan rokok Sahara, pengembangan bisnis properti, serta program Wi-Fi Masuk Desa.

Pada sektor air minum, kerja sama diarahkan untuk mengembangkan produk air minum berbasis teknologi modern dengan sistem kemitraan hingga wilayah perdesaan. Model tersebut diharapkan dapat memperluas jaringan distribusi sekaligus memberikan manfaat ekonomi kepada para mitra.

Baca Juga:
Sentuhan CEO Muda Asal Ngunut Tulungagung di HUT ke-81 TNI, Apresiasi Insan Pers hingga Veteran

Sementara untuk produk rokok Sahara, pengembangan akan dilakukan melalui jaringan distribusi sebagai salah satu sumber pendapatan bagi mitra usaha.

Di sektor properti, kerja sama diarahkan pada pembangunan hunian dan kawasan usaha yang disebut ditujukan bagi santri, keluarga pesantren, maupun masyarakat umum.

Adapun melalui program Wi-Fi Masuk Desa, kedua pihak mendorong pemerataan akses internet di wilayah pelosok. Akses digital tersebut diharapkan dapat membuka peluang usaha baru bagi pelajar dan masyarakat desa.

Gus Rofiq mengatakan seluruh program tersebut akan dibangun dengan mengedepankan nilai keberkahan dan keadilan ekonomi.

Baca Juga:
Plt Bupati Tulungagung: Pancasila Harus Dihadirkan dalam Kebijakan Nyata untuk Masyarakat

"Semua ini kita bangun dari santri, oleh santri, dan untuk kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Ekonomi yang kita bangun adalah ekonomi keberkahan: jujur, adil, dan mengangkat derajat umat. Inilah semangat kita. Dari Santri untuk Indonesia," ujar Gus Rofiq.

CEO Sinar Papua Deni Wijaya menyambut positif rencana sinergi tersebut. Menurutnya, kalangan santri memiliki potensi yang dapat menjadi bagian dari pembangunan ekonomi nasional.

"Saya melihat kekayaan sejati pada kalangan santri: ketekunan, kejujuran, dan semangat berbakti kepada negeri. Sinar Papua siap bersinergi di Jawa Timur dan Papua, kita satu keluarga, kita membangun Indonesia bersama," tutur Deni.

Sebagai langkah awal, kedua pihak akan menyusun peta jalan atau roadmap pelaksanaan program secara bertahap. Peta jalan tersebut akan menjadi acuan dalam menjalankan berbagai sektor kerja sama yang telah disepakati.

Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas jaringan kemitraan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di berbagai daerah.(*)