KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Al-Akbar FishTech sekaligus memanen ratusan buah melon hasil urban farming di kawasan Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS), pada Selasa 16 Juni 2026.
Menurutnya, inovasi tersebut menjadi bukti bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah dan syiar keagamaan, tetapi juga dapat menjadi pusat pemberdayaan ekonomi serta penguatan ketahanan pangan masyarakat.
Didampingi Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak serta jajaran kepala perangkat daerah Pemprov Jatim, Khofifah menebar 2.000 ekor benih ikan lele, 1.000 ekor patin, dan 1.200 ekor nila merah ke 6 kolam Al-Akbar FishTech.
Al-Akbar FishTech merupakan program budidaya ikan air tawar berbasis teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS) yang dikembangkan MAS. Sistem ini memungkinkan budidaya ikan berjalan efisien, hemat air, dan ramah lingkungan, sehingga relevan diterapkan di kawasan perkotaan dengan lahan terbatas.
Gubernur Khofifah mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari ikhtiar menghadirkan kemakmuran masjid melalui pemberdayaan masyarakat yang produktif dan berkelanjutan.
Baca Juga:
Panen Tebu Bareng Gubernur Khofifah, Bupati Sanusi Beberkan Potensi Besar Kabupaten Malang di Sektor Gula“Ini adalah ikhtiar kami, salah satu bentuk pemberdayaan ekonomi berbasis masjid. Sekarang kita masuk ke sektor perikanan berbasis teknologi IoT. Sementara yang berbasis kolam langsung itu sudah cukup lama, maka sekarang kita buat berbasis teknologi IoT untuk beberapa jenis ikan,” kata Khofifah.
“Ada ikan patin, lele, dan nila merah. Kita bisa memberikan proses pembelajaran bagi siapapun yang ke masjid. Maka kunjungan dari berbagai takmir masjid yang ada di semua provinsi datang ke sini, ingin melihat bagaimana proses pendayagunaan dari semua area di sekitar masjid. Mau anak-anak, remaja, dewasa, lansia, mereka dari berbagai kota biasanya juga transit di sini,” tambahnya.
Ia berharap Al-Akbar FishTech bisa menjadi referensi bagi masjid di daerah masing-masing dalam mengembangkan ketahanan pangan berbasis komunitas. Inovasi tersebut sekaligus menjawab tantangan keterbatasan lahan, efisiensi penggunaan air, serta kebutuhan masyarakat akan produk perikanan yang sehat, aman, dan berkualitas.
“Ini bisa dijadikan referensi di masjid daerah masing-masing. Jadi kami berharap kalau kita bicara ketahanan pangan, tidak harus berapa ratus, berapa ribu hektare, berapa puluh hektare. Tapi di area yang ada ternyata bisa dimungkinkan, nah ini bisa jadi salah satu referensi,” imbuhnya.
Baca Juga:
Lewat HACCP, Mahasiswa MBKM UB Kediri Bantu UMKM Abon Ikan Tingkatkan Keamanan PanganPada kesempatan yang sama, Khofifah juga memanen ratusan buah melon dari Green House MAS. Sedikitnya ada 5 varietas yang dipanen, yakni Dalmatian sebanyak 163 buah, Inthanon RZ 158 buah, Sweet Hami 93 buah, Alisha F1 109 buah, dan Leoni 23 buah.
Yang menarik, Green House Melon MAS telah mengadopsi teknologi Smart Green House berbasis Internet of Things (IoT). Teknologi ini memungkinkan pemantauan dan otomasi budidaya melon secara real time, sehingga produktivitas, kualitas hasil panen, serta efisiensi proses budidaya terus meningkat.
Melalui sistem IoT itu, suhu ruangan dapat dikontrol otomatis lewat pengoperasian kipas dan exhaust fan.
Petani juga bisa memantau temperatur, intensitas cahaya, dan kelembapan di dalam green house, hingga mengatur kebutuhan nutrisi dan tingkat keasaman (pH) tanaman secara otomatis melalui sistem auto dosing. Dengan begitu, penggunaan nutrisi jadi lebih tepat dan efisien, sekaligus mengurangi human error dalam proses budidaya.
“Alhamdulillah, kita melakukan panen melon lagi hari ini. Masing-masing varietas memiliki karakteristik yang berbeda. Ada Inthanon RZ yang berwarna kuning berbentuk bulat dengan tekstur berjaring, Dalmatian yang berwarna putih dengan bintik-bintik hijau, Sweet Hami yang berwarna hijau berbentuk lonjong dengan tekstur berjaring, serta Alisha F1 yang berwarna kuning dengan bentuk sedikit lonjong,” terang Khofifah.
Gubernur Khofifah menambahkan, seluruh varietas melon yang dibudidayakan memiliki kualitas yang baik dengan cita rasa manis, tekstur renyah, daging buah yang tebal serta aroma yang khas. Jangan lupa ada murottal 24 jam. Insya Allah nikmat dan barakah.
Di akhir, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa upaya optimalisasi lahan di Masjid Al Akbar telah dilakukan secara berkelanjutan selama beberapa tahun terakhir. Selain budidaya melon, kawasan urban farming tersebut juga menghasilkan berbagai jenis sayuran, tanaman herbal, serta empon-empon yang dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat.
“Kita terus berikhtiar memaksimalkan seluruh lahan yang ada. Untuk sektor agro ini sudah cukup lama berjalan dan beberapa kali berhasil melakukan panen melon. Selain itu ada sayur-sayuran dan berbagai tanaman herbal atau empon-empon yang juga terus kita kembangkan,” jelasnya.
Di akhir, Gubernur Khofifah juga menegaskan bahwa upaya optimalisasi lahan di Masjid Al Akbar telah berlangsung cukup lama. Selain budidaya melon, kawasan urban farming tersebut juga menghasilkan berbagai jenis sayuran dan tanaman herbal atau empon-empon.
“Kita terus berikhtiar untuk memaksimalkan lahan, kalau untuk sektor agro ini sudah cukup lama dan buah melon ini beberapa kali kita sudah memanen. Sayur-sayuran ada, di belakang itu empon-empon juga ada,” katanya.
Ia berharap berbagai inovasi yang dilakukan Masjid Al Akbar Surabaya dapat terus berkembang dan menginspirasi masjid-masjid lain di Indonesia untuk menghadirkan program-program produktif yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Semoga Al-Akbar FishTech dan Urban Farming ini terus berkembang dan menjadi inspirasi. Karena sesungguhnya masjid memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi pusat kemajuan dan kemakmuran umat,” pungkasnya. (*)