KETIK, TULUNGAGUNG – Gerakan Rakyat Tulungagung Bersatu (RTB) resmi dideklarasikan pada Selasa malam, 27 Oktober 2026. Organisasi kemasyarakatan ini dibentuk sebagai wadah kolaborasi pemuda untuk memperkuat solidaritas sosial dan mendukung pembangunan di Kabupaten Tulungagung.
Deklarasi berlangsung di LPK Harapan Putera Indonesia, Desa Sumberrejo Kulon, Kecamatan Ngunut. Sekitar 40 perwakilan pemuda dari berbagai wilayah di Tulungagung menghadiri kegiatan tersebut.
Alvian menjadi penggagas pembentukan RTB. Ia menunjuk Hariyanto, pemilik LPK Putera Harapan Bangsa, sebagai ketua organisasi.
Alvian mengatakan, RTB tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya pemuda, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan kegiatan sosial dan memperkuat solidaritas masyarakat.
"Organisasi ini berkomitmen penuh untuk mendukung program-program pemerintah sekaligus menjaga marwah hukum agar para pemuda tidak terjerumus dalam tindakan yang merugikan ketertiban umum," ucap Alvian.
Baca Juga:
Bupati Anom Hadiri Pelantikan Pengurus KB FKPPI Pemalang 2026–2031, Tekankan Nasionalisme dan Sinergi PembangunanKetua RTB Hariyanto menegaskan, organisasinya berfokus pada kegiatan sosial kemasyarakatan dan tidak berafiliasi dengan kepentingan politik.
"Fokus utama RTB adalah melakukan pencegahan dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Tulungagung," tegas Hariyanto.
Dalam struktur kepengurusan, Hariyanto menjabat sebagai ketua. Suraji dan Roni dipercaya menjadi sekretaris, sedangkan Riyatul Jannah mengemban tugas sebagai bendahara.
Deklarasi RTB ditutup dengan ikrar bersama untuk menjaga kondusivitas Kabupaten Tulungagung serta mendukung pelaksanaan program pemerintah pusat dan daerah. Organisasi ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi pemuda untuk berkontribusi melalui kegiatan sosial dan kemasyarakatan. (*)