KETIK, MALANG – Pemerintah Kota Malang dihantam oleh gelombang ASN yang purna tugas. Pada tahun 2026 ini terdapat 358 ASN yang pensiun hingga Desember nanti.
Kepala BKPSDM Kota Malang, Hendru Martono, menjelaskan, dari total tersebut, 190 di antaranya pensiun di periode Juni hingga Desember 2026. Pemkot Malang pun telah menyerahkan SK Pensiun kepada 190 ASN tersebut.
"Untuk 2026 ini ASN Pemkot Malang yang pensiun totalnya 358 orang. Tetapi yang diserahkan hari ini, SK bulan Juni-Desember 2026 itu ada 190 yang mau pensiun. Kalau sisanya itu sudah diserahkan lebih awal," ujarnya, Selasa, 19 Mei 2026.
Hendru memaparkan, ASN yang pensiun terdiri dari berbagai jenjang jabatan. Mulai dari pejabat eselon II sebanyak 3 orang, pejabat administrator 47 orang, pejabat pelaksana 125 orang, pejabat fungsional yakni guru dan non guru 145 orang, hingga 38 orang PPPK.
"Untuk eselon II yang sudah pensiun kemarin staf ahli sekaligus Plt Bakesbangpol waktu itu. Kemudian yang berikutnya, menyusul ada Kepala Dispussipda dan Kepala Dishub. Camat Lowokwaru di bulan Juni atau Juli, kemudian Kedungkandang. Mereka setara pejabat administrator setara eselon III," jelasnya.
Baca Juga:
Jelang Purna Tugas, Kadishub Kota Malang Targetkan Jalur Baru Angkot dan Realisasi Angkutan PelajarPenyerahan SK Pensiun yang dilakukan sejak jauh hari ini sebagai persiapan ASN melengkapi proses administrasi untuk tabungan hari tua (THT) agar tepat waktu.
Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat turut memberikan pembekalan kepada ASN yang akan masuk masa pensiun.
"Pensiun ini memang hanya secara administratif bahwa ASN itu pensiun. Tapi untuk pelayanan kepada masyarakat, saya harapkan banyak juga dilakukan purnabakti yang sudah pensiun, bahkan saat ini sudah masuk di komunitas-komunitas," kata Wahyu.
Banyaknya ASN yang pensiun tersebut membuat banyak posisi di lingkungan Pemkot Malang mengalami kekosongan jabatan, khususnya jabatan strategis. Wahyu menuturkan persiapan pengisian jabatan kosong dilakukan melalui Manajemen Talenta.
Baca Juga:
Kambing Bobot 100 Kg di Kota Malang Paling Laris Jelang Iduladha, Segini Harganya"Semuanya ada proses, karena pengisian ini kan sekarang kita kan sudah menggunakan Manajemen Talenta. Kita akan membuat 9 boks ini yang sesuai dengan keterampilan, rekam jejak yang dilakukan, kinerjanya. Kita tinggal memilih saja, mana nanti yang sesuai dengan kompetensinya," ujarnya. (*)