KETIK, JAKARTA – Film adaptasi novel laris karya Leila S. Chudori, Laut Bercerita, resmi tayang di bioskop seluruh Indonesia pada Kamis, 29 Oktober 2026. Film berdurasi 135 menit ini mengisahkan perjuangan aktivis mahasiswa pada era Orde Baru serta penantian panjang keluarga yang kehilangan orang-orang terkasih.
Biru Laut Wibisono, yang diperankan Reza Rahadian, merupakan mahasiswa di Yogyakarta yang memiliki ketertarikan terhadap buku dan dunia literasi. Perkenalannya dengan kelompok diskusi mahasiswa bernama Winatra menjadi awal keterlibatannya dalam gerakan yang memperjuangkan kebebasan berekspresi dan keadilan sosial.
Bersama Daniel (Kevin Julio), Alex (Ben Nugroho), Sunu (Dewa Dayana), dan sejumlah mahasiswa lainnya, Laut mulai terlibat dalam aktivitas yang melampaui diskusi. Mereka turun langsung menyuarakan persoalan masyarakat yang terpinggirkan. Namun, aktivitas tersebut membuat kelompok mereka berada dalam pengawasan ketat karena dianggap sebagai organisasi terlarang.
Situasi semakin menegangkan ketika sejumlah anggota Winatra mulai diburu. Hingga suatu malam, Laut dan beberapa rekannya menghilang tanpa kabar. Kepergian mereka menyisakan pertanyaan besar, terutama bagi keluarga dan orang-orang terdekat yang setia menantikan kepulangan mereka.
Film ini juga memperlihatkan kehidupan keluarga yang harus menghadapi ketidakpastian tentang keberadaan dan kondisi anggota keluarga mereka yang hilang. Christine Hakim dan Arswendy Bening Swara berperan sebagai orang tua Laut, sementara Yunita Siregar memerankan Asmara Jati, adik Laut yang terus berupaya mencari keadilan dan keberadaan kakaknya. Ada pula Eva Celia yang memerankan Ratih Anjani, sosok yang memiliki hubungan dekat dengan Laut.
Baca Juga:
Kejar Karier atau Keluarga? Film “Lagi Probation” Angkat Dilema Anak MudaSalah satu hal menarik dari Laut Bercerita adalah keberhasilannya menampilkan sisi personal para aktivis di tengah perjuangan mereka. Di balik sosok yang memiliki gagasan dan tuntutan perubahan, mereka tetaplah anak, saudara, sahabat, dan orang-orang berharga bagi keluarga maupun lingkaran terdekatnya.
Kehadiran keluarga dalam cerita memberikan sudut pandang lain terhadap peristiwa penghilangan aktivis. Ketika perjuangan berlangsung di luar rumah, selalu ada orang-orang yang setia menunggu di dalamnya. Mereka harus menjalani hari-hari dalam ketidakpastian, tanpa mengetahui apakah orang yang dinantikan masih memiliki kesempatan untuk pulang.
Yosep Anggi Noen dipercaya sebagai sutradara sekaligus penulis skenario bersama Leila S. Chudori. Sebelum tayang di bioskop Indonesia, Laut Bercerita telah lebih dahulu berkompetisi dalam ajang Busan International Film Festival 2026. Film ini juga terpilih sebagai penutup Jakarta Film Week 2026 pada 25 Oktober lalu.
Laut Bercerita mengingatkan bahwa penghilangan aktivis bukan sekadar bagian dari catatan sejarah yang telah berlalu. Peristiwa tersebut juga menyangkut persoalan kemanusiaan, keluarga, dan hak untuk mendapatkan kepastian.
Baca Juga:
Film “Rambut Sewu” Satu Langkah Getih Angkat Mitos Pesugihan Jawa ke Layar LebarMelalui film ini, penonton diajak melihat perjuangan dari dua sisi. Pertama, mereka yang berani menyuarakan perubahan. Kedua, mereka yang harus bertahan menghadapi kehilangan dan ketidakpastian.
Sebab, di balik setiap nama yang hilang tanpa kepastian, selalu ada keluarga yang terus menunggu dan menyimpan harapan akan sebuah kepulangan. (*)