KETIK, ACEH SINGKIL – Kongres Keluarga Urueng Pidie (KUPI) yang berlangsung di Wisma Taman Iskandar Muda (TIM) Jakarta pada Minggu, 14 Juni 2026 menjadi momentum bersejarah bagi masyarakat Pidie di perantauan. Dalam suasana penuh kekeluargaan dan semangat persatuan, Dr. H. Asfifuddin, S.H., M.H, resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum KUPI periode 2026-2030.
Terpilihnya Asfifuddin secara aklamasi mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan dan soliditas warga Pidie terhadap sosok akademisi dan praktisi hukum yang selama ini dikenal aktif membangun jejaring sosial, pendidikan, serta pemberdayaan masyarakat Aceh di berbagai daerah.
Kongres yang dihadiri ratusan peserta dari berbagai wilayah Indonesia tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Pidie, H. Alzaizi Umar bersama Ketua DPRK Pidie, Anwar Sastra Putra.
Kehadiran unsur pimpinan daerah tersebut menunjukkan kuatnya hubungan antara Pemerintah Kabupaten Pidie dan diaspora Pidie yang selama ini menjadi mitra strategis pembangunan daerah.
Wakil Bupati Pidie, Alzaizi Umar, menegaskan bahwa keberadaan KUPI memiliki peran penting dalam memperkuat kontribusi masyarakat perantauan terhadap kemajuan kampung halaman.
Baca Juga:
Respons Kemajuan Teknologi, MAN Aceh Singkil Gelar Ujian Akhir Semester Genap Berbasis Aplikasi"Kami berharap KUPI di bawah kepengurusan yang baru dapat menjadi kekuatan besar yang mampu menghimpun potensi, gagasan, dan sumber daya warga Pidie, untuk mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, sebagai ketua terpilih, Dr. H. Asfifuddin menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
"Amanah ini bukan hanya kehormatan, tetapi juga tanggung jawab besar. Ke depan, kita akan memperkuat ukhuwah, meningkatkan kepedulian sosial, serta mengoptimalkan potensi intelektual dan profesional warga Pidie di perantauan agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi daerah dan masyarakat,” katanya.
Sebagai organisasi masyarakat, Ia berharap KUPI harus memiliki posisi strategis karena menghimpun banyak tokoh profesional, akademisi, birokrat, pengusaha, hingga generasi muda yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Baca Juga:
Komunitas ONOJ Salurkan Bantuan untuk Dua Pasien Sakit Keras di Aceh Singkil dan SubulussalamKongres yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri tokoh masyarakat Aceh, para sesepuh, akademisi, pemuda, serta mahasiswa asal Pidie yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya. Semangat kebersamaan yang terlihat sepanjang acara menunjukkan bahwa identitas ke-Pidie-an tetap menjadi perekat kuat bagi masyarakat perantauan. (*)