KETIK, SLEMAN – Halaman dan koridor SMA Negeri 1 Prambanan berubah menjadi lautan jubah, peci, dan jilbab warna-warni pada Minggu, 11 Oktober 2026.

Ratusan santri cilik tampak riar-riur memegang mushaf Al-Qur'an, melatih tataan tajwid, hingga menghafal kembali bait-bait doa. Hari itu, sebanyak 720 santriwan dan santriwati delegasi dari 17 kapanewon se-Kabupaten Sleman tumpah ruah unjuk kebolehan dalam ajang Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) XIII Kabupaten Sleman Tahun 2026.

Persiapan matang dan gairah berkompetisi dari tiap wilayah pun terasa sejak hari-hari sebelum perhelatan. Salah satunya ditunjukkan oleh Kafilah Kapanewon Kalasan.

Sebelum berlaga di Prambanan, sebanyak 47 santri yang diterjunkan untuk bertanding di 22 cabang lomba menggelar acara pamitan resmi bersama Panewu Kalasan, Kepala KUA Kalasan, serta pengurus Badko TPA Kapanewon Kalasan di Masjid Baitulmakmur Karang Kalasan pada Jumat, 9 Oktober 2026.

Helatan tahunan yang digagas oleh Badan Koordinasi Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (Badko TKA-TPA) Kabupaten Sleman ini tak sekadar panggung piala.

Baca Juga:
Ciptakan Generasi Qur'ani dan Kreatif, MICAN Sidoarjo Gelar Lomba Tahfidz dan Mewarnai

Kehadiran sekitar 2.000 peserta beserta kafilah, guru pendamping, dan orang tua menjadikan ajang ini sebagai ajang silaturahmi besar sekaligus wadah membenteng akhlak anak sejak usia dini.

Bupati Sleman Harda Kiswaya yang hadir menyaksikan langsung geliat anak-anak tersebut mengapresiasi tinggi konsistensi Badko TKA-TPA. Di tengah kepungan gawai dan tantangan pola asuh era modern yang makin kompleks, ia menegaskan pentingnya kehadiran pemerintah dalam merawat pendidikan serta pembinaan moral generasi penerus.

"Pemerintah Kabupaten Sleman tentu sangat mendukung kegiatan ini. Saya melihat manfaatnya besar, dan pemerintah harus hadir karena kegiatannya positif," ujar Bupati Harda di hadapan para peserta dan wali santri.

Ia menambahkan bahwa saat ini mendidik anak-anak tidaklah mudah, sehingga dibutuhkan regenerasi yang berakhlak mulia. Demi masa depan pendidikan anak-anak di Sleman, ia menyatakan siap berjuang dan memberikan dukungan penuh.

Baca Juga:
Ratusan Warga Turun ke Kali, Tebar 50 Kg Ikan hingga Berburu Ikan Invasif di Embung Jetis Suruh

Sementara itu, Ketua Badko TKA-TPA Kabupaten Sleman Mujiyono, SPd MHum, menerangkan bahwa edisi ke-13 FASI kali ini mengusung tema “Santri Hebat: Hebat Prestasi, Hebat Mengaji, Berakhlakul Karimah.”

Ia menekankan bahwa santri masa kini tidak boleh gagap dalam mengejar prestasi akademik maupun nonakademik, namun tetap wajib memegang teguh pedoman Al-Qur’an dan kesantunan budi pekerti.

Semangat kompetisi para santri di Prambanan ini pun bertaruh asa panjang. Para jawara di tingkat kabupaten ini tak bisa bersantai lama, sebab mereka akan langsung masuk pemusatan latihan untuk membawa nama harum Kabupaten Sleman pada FASI tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang dijadwalkan bergulir pada 8 November 2026 mendatang. (*)