KETIK, SURABAYA – Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Eri Cahyadi mengungkapkan dirinya komitmen untuk meneruskan program nasional yaitu sekolah rakyat dan koperasi merah putih.

Hal ini diungkapkan saat Eri membuka Munas APEKSI VII 2025, Ia mengungkapkan kepala daerah yang datang harus memiliki visi misi yang sama dengan program nasional.

Untuk program sekolah rakyat, Eri menambahkan dirinya mengalami tantangan soal ketersediaan lahan yang akan digunakan mencapai 7 hektare.

"Tapi saya yakin, Presiden akan memberikan arahan dan solusi untuk itu. Yang penting kita siap bergerak,” jelasnya.

Untuk program Koperasi Merah Putih akan didirikan di 153 kelurahan di Surabaya pada Juli 2025. Program ini disebut sebagai upaya memperkuat sinergi antara kota sebagai konsumen dan desa sebagai produsen.

“Kita bukan produsen, tapi konsumen. Surabaya bisa bekerja sama dengan daerah lain. Beras kami ambil dari Mojokerto, telur dari Blitar. Artinya, kita bisa saling menguatkan,” jelas Eri.

Dirinya pun mengajak seluruh Wali Kota agar menjadikan koperasi sebagai kekuatan ekonomi rakyat yang berbasis kolaborasi kota dan desa.

“Gerakan ini harus bersinergi. Kota sebagai konsumen harus menggandeng desa. Begitu juga sebaliknya. Kita harus saling isi, saling dukung,” tuturnya.

Eri menegaskan setiap wali kota yang menjadi anggota APEKSI harus selaras dengan program Presiden RI Prabowo Subianto.

"Setiap wali kota memang punya visi dan misi, tapi harus selaras dengan Presiden. Ini akan menjadi kekuatan luar biasa jika kita bergerak dalam satu arah, karena pada dasarnya kita adalah kepanjangan tangan Presiden untuk menjalankan program-program yang tertuang dalam RPJMN,” pungkas Eri. (*)

Baca Juga:
Kejuaraan Muaythai Piala Wali Kota Surabaya 2026 Ditutup, Tuan Rumah Juara Umum
Baca Juga:
Seskab Teddy: 5 KM dari Kantor Saya Ada Anak Putus Sekolah