KETIK, PACITAN – Perkembangan teknologi digital membawa tantangan baru dalam menjaga persatuan masyarakat. 

Perbedaan pandangan di media sosial bahkan berpotensi menimbulkan polarisasi dan merenggangkan hubungan antarmasyarakat.

Ketua DPRD Pacitan, Arif Setia Budi mengingatkan agar kondisi tersebut tidak mengikis nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. 

Pesan itu disampaikannya bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Kamis, 1 Oktober 2026.

Menurut Arif, Pancasila tidak cukup hanya dipahami sebagai dasar negara. 

Baca Juga:
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, AKP Totok Hariyanto Tanamkan Akhlak Mulia kepada Murid MTsN 1 Kota Malang

Nilai-nilainya harus terus dijaga, diimplementasikan, dan diamalkan oleh seluruh masyarakat, termasuk dalam menghadapi dinamika di ruang digital.

“Di tengah modernisasi, maka Pancasila sebagai ideologi negara harus tetap dijaga, diimplementasikan, dan diamalkan oleh seluruh masyarakat Indonesia,” kata Arif.

Ia mengatakan, pengamalan Pancasila tercermin melalui nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, hingga keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Bahwa masyarakat Indonesia, negara NKRI, harus mempunyai rasa ketuhanan yang kuat, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kemudian juga soal keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga:
ISPA di Pacitan Tembus 17.166 Kasus, Sebulan Bertambah Lebih dari 1.300 Pasien

Arif menilai peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum untuk merefleksikan kembali komitmen bersama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Maka, dalam memperingati Pancasila pada Hari Kesaktian Pancasila 2026 ini, kami selalu berdoa, kami selalu berikhtiar untuk bagaimana kita semua menjaga NKRI ini tetap utuh,” katanya.

Di tengah meningkatnya penggunaan media sosial, Arif menekankan pentingnya kerukunan dan toleransi. 

Ia mengakui polarisasi di ruang digital menjadi tantangan yang tidak dapat diabaikan.

“Yang paling penting adalah menjaga kerukunan dan toleransi agar terjaga dengan baik, karena polarisasi di dunia digital pada saat ini tidak bisa kita pungkiri,” tuturnya.

Menurutnya, perbedaan pandangan yang muncul di ruang digital jangan sampai berkembang menjadi persoalan yang merusak hubungan persatuan masyarakat.

“Jangan sampai merenggangkan hubungan persatuan bagi seluruh rakyat Indonesia,” katanya.

Karena itu, Arif mengajak masyarakat menjadikan momentum Hari Kesaktian Pancasila sebagai waktu untuk kembali merefleksikan sikap dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Oleh karenanya, di Hari Kesaktian Pancasila hari ini, kita semua harus merefleksi diri kita sendiri untuk selalu menjaga kerukunan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkasnya.(*)