KETIK, JAKARTA – Salah satu transfer terbesar dalam sejarah modern MotoGP akhirnya resmi terjadi. Francesco “Pecco” Bagnaia dipastikan akan meninggalkan Ducati di akhir musim 2026 dan memulai babak baru bersama Aprilia mulai musim 2027. Kesepakatan yang diumumkan pekan ini langsung mengubah peta persaingan kelas premier untuk beberapa tahun ke depan.
Bagi banyak penggemar, keputusan ini terasa sulit dibayangkan. Bagnaia dan Ducati selama ini seperti paket lengkap: juara dunia, puluhan kemenangan, dan proyek yang mengembalikan kejayaan pabrikan Bologna setelah penantian panjang. Selama delapan musim bersama Ducati, Pecco mengoleksi 31 kemenangan Grand Prix, 62 podium, serta membawa pulang gelar dunia yang mengakhiri puasa panjang tim merah itu.
Namun MotoGP jarang berjalan soal sejarah saja. Dilansir dari MotoGP, Bagnaia mengungkapkan bahwa keputusan pindah ini bukan sekadar kesempatan yang datang tiba-tiba. Ia mengaku menjadi salah satu pihak yang paling mendorong agar proyek ini terwujud. “Saya benar-benar mendorong untuk Aprilia,” ungkap Bagnaia saat menjelaskan proses kepindahannya.
Yang menarik, langkah ini datang tepat menjelang era regulasi baru MotoGP 2027 dengan mesin 850cc. Aprilia jelas tidak ingin hanya menjadi penantang, mereka berharap menjadi pusat proyek besar berikutnya. Kehadiran juara dunia dua kali seperti Bagnaia menjadi sinyal bahwa ambisi tersebut sangat serius.
Di garasi Noale nanti, Pecco akan bertandem dengan Marco Bezzecchi dan membentuk line-up full Italia. Kombinasi ini dipandang sebagai fondasi jangka panjang Aprilia untuk memasuki era teknis baru.
Baca Juga:
Raul Fernandez Pecah Dominasi di Assen, Trackhouse Cetak Sejarah lewat Sprint RaceSementara itu di sisi lain, Ducati juga bergerak cepat. Kursi yang ditinggalkan Bagnaia disebut akan diisi oleh Pedro Acosta untuk berduet dengan Marc Márquez mulai 2027.
Masih ada satu musim tersisa sebelum semuanya berubah. Tapi setelah pengumuman ini, satu hal sudah pasti: mulai 2027, melihat Pecco memakai warna selain merah Ducati bukan lagi sekadar rumor, itu kenyataan. (*)