KETIK, TRENGGALEK – Empat atlet kickboxing asal Trenggalek berhasil meraih empat medali dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jawa Timur bertajuk Surabaya Rising Champion yang digelar pada 9–11 Oktober di Hi-Tech Mall/THR Mall Surabaya.
Empat medali tersebut terdiri atas satu emas, dua perak, dan satu perunggu.
Ketua Pengurus Kabupaten Kickboxing Indonesia (Pengkab KBI) Trenggalek, Rokimi, mengatakan bahwa empat medali yang diraih anak asuhnya sebenarnya belum sesuai dengan target yang ditetapkan.
"Sebenarnya kami menargetkan dua hingga tiga medali emas pada Porprov kali ini, tetapi sayang belum bisa terealisasi. Tentu ini akan menjadi bahan evaluasi untuk ke depannya agar bisa lebih baik," ucapnya.
Ia menjelaskan, empat atlet peraih medali tersebut semuanya berasal dari Kecamatan Watulimo dan masih tergolong junior. Rata-rata mereka masih duduk di kelas satu SMA sehingga memiliki prospek panjang untuk berkembang ke depannya.
Baca Juga:
Rugby Surabaya Rising Champion 2026 Jadi Pemanasan Menuju Porprov Jatim 2027"Kami bersama jajaran pengurus dan pelatih berjanji untuk lebih memaksimalkan prestasi pada kejuaraan berikutnya. Apalagi nanti saat tampil di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov)," ujarnya.
Ia mengakui bahwa persaingan cabang olahraga (cabor) di Jawa Timur cukup ketat dengan peta kekuatan yang relatif merata. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi para atlet untuk mengharumkan nama Trenggalek, baik di tingkat regional maupun nasional.
Capaian dalam Kejurprov akan dijadikan pijakan untuk meningkatkan kualitas atlet, termasuk kedisiplinan mereka.
"Secara umum, anak-anak kemarin sudah tampil bagus. Namun, ada beberapa catatan yang sudah dikantongi tim pelatih sebagai bahan evaluasi. Salah satunya adalah teknik tangkapan kaki yang tidak diperkenankan dalam kickboxing," tandasnya.
Dari kesalahan dan ketidakpahaman terkait teknik tangkapan kaki tersebut, ia akan melakukan pembenahan dan menekankan kepada para atlet bahwa tindakan tersebut tidak boleh dilakukan dalam cabor kickboxing.
"Dalam salah satu pertandingan, anak asuhnya yang sudah menang mutlak mendapat pengurangan nilai karena melakukan tangkapan kaki. Kita sudah menang mutlak, lo!" tegasnya.
Secara kualitas dan persiapan, lanjutnya, para atlet sebenarnya sudah cukup bagus dan mampu bersaing dengan daerah lain. Oleh karena itu, jajaran manajemen menargetkan dua hingga tiga medali emas.
"Sekali lagi, ini bukan persoalan kalah kualitas, tetapi murni soal disiplin aturan. Atlet lupa saat bertanding sehingga melakukan tangkapan kaki," tuturnya.
Untuk memaksimalkan prestasi dan performa anak asuhnya, ia berencana mengadakan sparring atau ekshibisi di Blitar, kemudian menggelar latih tanding di Watulimo.
Ketika disinggung mengenai target kickboxing pada Porprov, ia belum bisa memastikannya karena kepengurusan KBI Trenggalek baru terbentuk satu tahun lalu. Pada Juni lalu, timnya mengikuti Kejurprov Piala Wali Kota Surabaya dan berhasil meraih dua medali emas serta dua medali perak.
"Kami belum pernah ikut Porprov. Target medali baru bisa dilihat dari hasil Kejurprov pada awal tahun depan. Dari hasil itu, kami sudah bisa memperkirakan target yang realistis," paparnya.
Berikut nama atlet kickboxing Trenggalek yang tampil pada Surabaya Rising Champion:
-
Mimbar Trio Hariadi
Kategori: Umum, tatami kick light 57 kg U-19 (perunggu). -
Aditya Elga Prihatana
Kategori: Umum, tatami kick light 57 kg U-18 (emas). -
Ardan Oktaviano Jovanovic
Kategori: Umum, tatami kick light 63 kg U-16 (perak). -
Millo Gerryta Giovani
Kategori: Umum, tatami kick light 57 kg U-16 (perak).