KETIK, PACITAN – Pembangunan dua ruas jalan strategis, Mentoro-Arjosari dan Sukoharjo-Buyutan yang selama ini dinantikan masyarakat Kabupaten Pacitan resmi dimulai.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pacitan, Suparlan mengatakan pembangunan kedua ruas tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Untuk ruas Mentoro-Arjosari, kontrak sudah dilaksanakan mulai Selasa, 30 Juni 2026. Harapan kami pekerjaan bisa diselesaikan tepat mutu dan tepat waktu," katanya melalui Kepala Bidang Bina Marga PUPR Pacitan, Imam Syafid kepada Ketik.com, Rabu, 1 Juli 2026.

Dia menjelaskan, proyek peningkatan Jalan Mentoro-Arjosari memiliki nilai kontrak sebesar Rp8.875.840.593 dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN Tahun Anggaran 2026 dan dikerjakan oleh CV Setyo Satuhu, Pacitan.

Meski panjang ruas jalan mencapai sekitar 9,7 kilometer, pekerjaan tahun ini difokuskan pada titik-titik yang mengalami kerusakan sepanjang 4,7 kilometer dengan menggunakan perkerasan hotmix.

Baca Juga:
Duh! Gegara Jalan Rusak SDN 1 Sambong Pacitan Hanya Dapat Satu Murid Baru

Menurutnya, sisa ruas jalan tidak masuk dalam paket pekerjaan karena kondisinya masih dinilai layak.

"Yang ditangani hanya bagian yang rusak. Sisanya masih dalam kondisi baik sehingga belum perlu dilakukan penanganan," jelasnya.

PUPR menargetkan pekerjaan ruas Mentoro-Arjosari selesai pada 27 November 2026.

Selain meminta kontraktor menjaga kualitas pekerjaan, Imam juga berharap masyarakat turut mendukung selama proses pembangunan berlangsung.

Baca Juga:
Tahap Konstruksi, Progres Fisik 2.871 Unit BSPS di Pacitan Capai 65-90 Persen

"Kami berharap masyarakat mendukung pelaksanaan pekerjaan sehingga tidak ada kendala di lapangan. Mohon juga bersabar apabila selama proses pembangunan ada sedikit gangguan aktivitas," ujarnya.

Tak kalah penting, PUPR meminta masyarakat ikut menjaga kondisi jalan setelah pembangunan selesai agar usia layanan jalan lebih panjang.

Imam secara khusus mengingatkan para pengusaha maupun pengangkut material tambang untuk tidak mengangkut pasir dalam kondisi basah karena dinilai dapat mempercepat kerusakan lapisan aspal.

"Harapan kami masyarakat memanfaatkan jalan ini sebaik-baiknya. Untuk para penambang atau pengangkut pasir juga ikut peduli terhadap keawetan jalan. Sebaiknya pasir ditiriskan terlebih dahulu agar tidak mempercepat kerusakan aspal," tegasnya.

Selain ruas Mentoro-Arjosari, PUPR juga mulai mengerjakan peningkatan Jalan Sukoharjo-Buyutan.

Proyek tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp3.178.753.774 dari APBN dan dikerjakan oleh CV Pusaka Putra dengan panjang penanganan sekitar 2,7 kilometer.

Pekerjaan ditargetkan rampung pada 28 Oktober 2026.

Imam mengatakan, peningkatan ruas Sukoharjo-Buyutan bukan hanya memperbaiki jalan yang rusak, tetapi juga meningkatkan kualitas konstruksi dari lapen menjadi hotmix agar akses menuju kawasan wisata Buyutan semakin nyaman.

"Kalau Sukoharjo-Buyutan lebih kepada peningkatan jalan. Dari yang sebelumnya lapen ditingkatkan menjadi hotmix sehingga pengunjung wisata nantinya lebih nyaman," katanya.

Ia berharap perbaikan akses tersebut mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Pantai Buyutan dan berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat sekitar.

"Mudah-mudahan akses yang semakin baik bisa meningkatkan kunjungan wisata. Kalau wisatawan bertambah, pelaku UMKM, pedagang kuliner, hingga masyarakat sekitar juga akan ikut merasakan manfaatnya," ungkap Imam.

Sementara itu, PUPR masih menyiapkan dua paket pekerjaan DAK lainnya yang saat ini memasuki proses mini kompetisi, yakni ruas Pringkuku-Poko dan Candi-Pringkuku.

"Kami berharap sekitar tanggal 11 atau 12 Juli nanti sudah bisa berkontrak sehingga seluruh paket DAK tahun ini dapat segera dikerjakan," pungkasnya.(*)