KETIK, PALEMBANG – Proses evakuasi medis terhadap korban selamat tragedi tabrakan Bus ALS dan mobil tangki di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), terus dilakukan.

Dua pasien luka bakar berat kini dipindahkan ke Palembang untuk mendapatkan penanganan intensif pada Sabtu 9 Mei 2026.

Dua korban lagi yang datang melalaui via darat yaitu satu korban lain bernama Jumiantun (34) juga yang telah tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang menggunakan ambulans Mini ICU lengkap dengan ventilator.

Pasien mengalami luka bakar mencapai 80 hingga 90 persen dan kini dalam kondisi kritis.l

“Pasien terpasang ventilator dan saat ini kondisinya ditidurkan supaya tidak gelisah karena rasa sakit di seluruh tubuhnya,” jelas dr. Iflan.

Baca Juga:
Tim DVI Temukan Potongan Tubuh Tambahan Korban Kecelakaan Bus ALS di Muratara

Korban Lakalantaa Bis ALS yang selamat Jumiatun, saat tiba diSakit Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang, Sabtu 9 Mei 2026. (Foto: Yola/Ketik.com)

Ia mengatakan proses pemindahan dilakukan karena kondisi banjir di Muratara dikhawatirkan mengganggu pelayanan medis.

“Karena kondisi di Muratara sedang banjir, kami khawatir jika terjadi mati listrik dalam waktu lama akan membahayakan pasien. Jadi sekarang sedang dipersiapkan evakuasi ke Palembang dengan ambulans ICU dan ventilator,” ungkapnya.

Namun di tengah proses penanganan korban selamat tersebut, satu pasien lainnya dilaporkan meninggal dunia.

Baca Juga:
Kesaksian Santri dari Kota Malang Usai Tragedi Runtuhnya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Sempat Terjebak dan Bantu Temannya

Korban bernama Fahrul (31), warga Tegal, Jawa Tengah, meninggal saat menjalani perawatan intensif di ICU RSUD Rupit, Jumat 8 Mei 2026 sekitar pukul 11.55 WIB.

“Dia meninggal akibat acute respiratory failure atau gagal napas terkait luka bakar 90 persen. Pasien sudah dirawat di ICU, namun kondisinya tidak tertolong,” kata dr. Iflan.

Pihak keluarga disebut telah berkoordinasi untuk membawa jenazah korban juga Rumah Sakit Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang. untuk selanjutnya akan dibawa ke kampung halamannya di Tegal, Jawa Tengah.(*)