KETIK, SIDOARJO – Hari pertama sekolah menghadirkan beragam fenomena. Saat mengunjungi SMP Negeri 1 Sidoarjo, Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo DhamronI menemukan hal-hal menarik. Dari murid yang belum sarapan, sakit, hingga jatah MBG yang kepanasan oleh sinar matahari.

Dhamroni Chuldori disambut Wakil Kepala  Sekolah (Wakasek) Bidang Kesiswaan SMPN 1 Sidoarjo Aris Efendi dan Wakasek Kurikulum Luluk Nuryanti. Begitu masuk sekolah, anggota DPRD Sidoarjo dari PKB itu langsung melihat pemandangan yang tidak enak.  Dia melihat tumpukan ompreng makanan bergizi gratis (MBG) terjemur panas matahari.

Ada 100-an ompreng MBG diletakkan di atas meja. Posisinya di luar koridor sekolah. Karena itu,  ompreng dari logam itu pun kepanasan. Dhamroni Chudlori lantas membuka ompreng. Isinya sepotong ayam, nasi putih, sayur, dan jeruk.

"Ini kok bisa dipanaskan begini. Mana tadi petugasnya," ujar Dhamroni Chudlori. Namun, petugas pengantar sudah telanjur pergi dengan mobilnya. 

Dhamroni Chudlori lantas mencium makanan di dalam ompreng. Ternyata kondisi nasi dan makanan lainnya tidak bermasalah. Dia meminta SMPN 1 Sidoarjo memberi tahu petugas pengantar MBG agar menaruh semua makanan di tempat yang layak. Tidak kepanasan. Datang pukul 11.00, baru dimakan anak-anak pukul 12.00.

Baca Juga:
Sekolah Dimulai, SPPG Syair Beji Kota Batu Distribusikan Ribuan Paket MBG

"Kalau kepanasan, makanan bisa berubah. Kan kita tidak tahu masaknya jam berapa," tegas legislator DPRD Sidoarjo asal Tulangan tersebut.

Dhamroni Chudlori lantas masuk dari kelas ke kelas. Dia bertanya-tanya kepada murid-murid baru. Tentang materi kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah), tentang sikap guru-guru dan para senior, serta kondisi kesehatan masing-masing.

Hampir semua siswa menyatakan senang mengikuti MPLS di SMPN 1 Sidoarjo. Cuma ada seorang siswa yang sedang sakit. Guru-guru diminta memperhatikan kondisi siswa yang sakit itu. Agar jangan sampai terjadi apa-apa yang bisa mengganggu pelaksanaan MPLS di SMPN 1 Sidoarjo. Wakasek Kesiswaa Aris Efendi dan Wakasek Kurikulum Luluk Nuryanti pun menyatakan siap. Murid yang sakit akan selalu dipantau. Dhamroni Chudlori pun bertanya lantang. 

"Anak-anak sudah sarapan semua?" ujarnya 

Baca Juga:
Diikuti Ratusan Peserta, Kodim 0823 Situbondo Gelar Lomba Domino dan Sosialisasikan KDMP

Rata-rata murid menjawab, "Sudah."

"Coba yang belum angkat tangan," ujar Dhamroni Chudlori.

Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo berbincang dengan murid-murid baru peserta MPLS di SMPN 1 Sidoarjo. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)

Ternyata ada tiga orang anak yang mengaku belum sarapan. Seorang bertubuh langsing. Dua orang lagi berbadan gemuk. Mereka senyum-senyum saja ketika ditanya mengapa berangkat sekolah, tapi belum sarapan. 

"Takut terlambat, Pak. Bangunnya kesiangan," jawab anak-anak itu dengan polos.

Dhamroni Chudlori lantas meminta anak-anak itu segera diberi MBG yang sudah siap di lantai bawah. Namun, MBG biasanya diberikan serentak pukul 12.00. Kalau tiga orang itu didulukan nanti berpengaruh ke teman-teman lainnya.

Dhamroni Chudlori pun kemudian memberi mereka uang masing-masing Rp 50 ribu untuk segera membeli makanan di kantin. Sebab, kalau belajar dalam kondisi belum makan bisa lemas. 

"Ke kantin ya nanti," ujarnya. (*)