KETIK, SURABAYA – Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Partai Gerindra, Cahyo Harjo Prakoso, menekankan pentingnya pemerataan layanan pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jawa Timur Tahun Anggaran 2027. Hal tersebut disampaikannya dalam rapat kerja Komisi E DPRD Jawa Timur bersama mitra kerja untuk membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD 2027. 

Cahyo menyampaikan bahwa penyusunan anggaran perlu berorientasi pada program kerja yang terarah dan memberikan dampak nyata bagi Masyarakat. Hal tersebut ia sampaikan melalui unggahan akun Instagram pribadinya pada Selasa, 27 Oktober 2026.

“Kami menekankan pentingnya postur anggaran berbasis program kerja yang komprehensif, holistik, terintegrasi dan terukur sebagai upaya penguatan kualitas pendidikan, pemerataan layanan kesehatan, perlindungan sosial serta pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak termasuk kelompok rentan,” tulis Cahyo dalam unggahannya.

Menurutnya, perencanaan anggaran harus memperhatikan berbagai kebutuhan masyarakat agar pelaksanaan program pembangunan dapat berjalan secara optimal. Sektor pendidikan dan kesehatan menjadi bagian penting yang perlu diperkuat, disertai perlindungan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.

Cahyo juga menyebut bahwa arah kebijakan tersebut selaras dengan program prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yakni Jawa Timur Sejahtera, Jawa Timur Cerdas, dan Jawa Timur Sehat. Selain itu, kebijakan tersebut diharapkan mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia serta pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.

Baca Juga:
Tingkatkan Profesionalisme, Anggota DPRD Jatim Cahyo Harjo Dukung Sertifikasi Pelatih Sepak Bola-Futsal

Keterkaitan program strategis nasional dengan prioritas pembangunan provinsi turut dibahas dalam rapat tersebut. Penguatan sumber daya manusia, percepatan pengentasan kemiskinan, dan perlindungan sosial menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan dalam perencanaan anggaran daerah.

Lebih lanjut, Cahyo menegaskan pentingnya sinergi dalam menghasilkan kebijakan anggaran yang berorientasi pada hasil. Ia berharap alokasi anggaran tidak hanya berfokus pada pelaksanaan program, tetapi juga mampu memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Bersama kita berkomitmen melahirkan kebijakan dan alokasi anggaran yang berorientasi pada outcome dengan tujuan utama meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Timur,” pungkasnya. (*)

Baca Juga:
Koordinasi DPRD Jatim-Polres Magetan, Diana Sasa Bahas Jalan Hingga Penanganan Karhutla