KETIK, TULUNGAGUNG – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Komisi E dari Fraksi Partai Golkar, Jairi Irawan, S.Hum., M.Kp., menggelar agenda reses dan sosialisasi bertajuk "Pengembangan Peluang Industri Kreatif dengan Memanfaatkan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence)."
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 25 Juli 2026, ini dipusatkan di kawasan Wisata Agro Kahyangan, Desa Mulyosari, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung. Acara tersebut dihadiri perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Ketua PPDI Kabupaten Tulungagung Abdul Fatah beserta jajaran pengurus, Camat Pagerwojo, Kapolsek, Danramil, Kepala Desa Mulyosari yang mewakili PKDI Pagerwojo, anggota PPDI, Satgas PPDI, jajaran perangkat desa, pemuda, hingga pelaku usaha kreatif setempat.
Selain memberikan wawasan baru mengenai pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) untuk memperluas pasar dan meningkatkan efisiensi industri kreatif di tingkat lokal, kegiatan reses ini juga menjadi ajang memperkuat sinergi antara DPRD Provinsi Jawa Timur dengan para pemangku kepentingan di tingkat desa, khususnya Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI).
Sebelum kegiatan sosialisasi berlangsung, terlebih dahulu diadakan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Setelah rangkaian CKG selesai, acara sosialisasi dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan Mars PPDI.
Apresiasi dan Dukungan Penuh dari PPDI Tulungagung
Baca Juga:
Jairi Irawan Dorong Pendamping PKH Blitar Kuasai AI dan Canva, Siapkan Jalan KPM Menuju Wirausaha MandiriDalam sambutannya, Ketua PPDI Kabupaten Tulungagung, Abdul Fatah, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian serta fasilitasi berkelanjutan dari Jairi Irawan terhadap penguatan organisasi perangkat desa.
"Kami mewakili segenap panitia dan pengurus PPDI Kabupaten Tulungagung mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Jairi yang telah memfasilitasi dan membantu kegiatan kami. Beliau juga merupakan Dewan Pakar PPDI yang selalu mendampingi, memberikan arahan, serta all out mendukung kegiatan PPDI Tulungagung," ungkap Abdul Fatah.
Dalam sesi wawancara dengan awak media usai kegiatan, Jairi Irawan menekankan pentingnya kolaborasi strategis antara legislator Jawa Timur, Partai Golkar, dan para perangkat desa yang tergabung dalam Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI).
"Perangkat desa adalah ujung tombak pembangunan yang berada langsung di tengah masyarakat desa. Oleh karena itu, kami di DPRD Jawa Timur, khususnya Fraksi Golkar, ingin berkolaborasi secara erat agar program-program pembangunan bisa nyekrup (sinkron) antara kebutuhan desa dengan program provinsi maupun kabupaten," ujar Jairi.
Baca Juga:
Akselerasi Digitalisasi, DPD Golkar Tulungagung Gelar Sosialisasi dan Pelatihan AI For UMKMLebih lanjut, legislator Partai Golkar tersebut menjelaskan bahwa untuk merealisasikan berbagai program bantuan dan pembangunan dari pemerintah pusat maupun daerah, termasuk program-program strategis Presiden Prabowo, diperlukan basis data yang akurat dan mutakhir yang bersumber langsung dari lapangan.
Guna memastikan setiap kebijakan sosial dan pembangunan berjalan tepat sasaran, Jairi mendorong pengumpulan serta penyelarasan data desa yang lebih mendalam, meliputi:
Data kemiskinan dan UMKM, berupa pemetaan pelaku UMKM beserta potensi lokal agar dapat memperoleh intervensi teknologi, seperti AI untuk pemasaran digital.
Data perumahan, berupa identifikasi rumah tidak layak huni (RTLH) yang layak menerima bantuan perbaikan.
Data infrastruktur dasar, berupa pendataan rumah warga yang belum teraliri listrik serta rumah yang belum memiliki fasilitas sanitasi yang layak.
"Dengan kolaborasi dan validasi data dari rekan-rekan perangkat desa, kita bisa menyinkronkan data tersebut dengan program-program kerja di DPRD Jawa Timur," tambahnya.
"Harapan kita bersama, program-program nasional seperti program Pak Prabowo dapat terlaksana dengan baik, efisien, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," pungkas Jairi.
Melalui terselenggaranya kegiatan ini, masyarakat dan pelaku industri kreatif di Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung, diharapkan tidak hanya siap menghadapi era digitalisasi berbasis AI, tetapi juga memperoleh dukungan infrastruktur dan sosial yang semakin kuat melalui koordinasi lintas pemerintahan.