KETIK, SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi membuka Gelar Peralatan Penanggulangan Bencana Jawa Timur 2026 di kawasan Pantai Pancer Door, Kabupaten Pacitan, Selasa, 21 Juli 2026.

Kegiatan tahunan yang telah memasuki tahun ketiga tersebut menjadi momentum memperkuat kesiapsiagaan menghadapi berbagai ancaman bencana, termasuk potensi kekeringan panjang akibat fenomena El Nino.

Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Pelaksana Harian (Plh.) Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Bobby Soemiarsono, bersama Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Andi Eviana, Deputi Bidang Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK Lilik Kurniawan, serta Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forkopimda Kabupaten Pacitan, kepala perangkat daerah di lingkungan Pemprov Jawa Timur, serta seluruh Kepala Pelaksana BPBD kabupaten/kota se-Jawa Timur.

Sebelum acara pembukaan, para pejabat bersama ratusan peserta melakukan pelepasan 500 tukik dan satu ekor penyu dewasa di Pantai Pancer Door sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan dan keberlanjutan ekosistem pesisir.

Baca Juga:
Gubernur Khofifah Tnjau Sekolah Rakyat Terpadu Sampang, KBM Dimulai 31 Juli

Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Pacitan sebagai tuan rumah Gelar Peralatan Penanggulangan Bencana 2026.

Menurutnya, Pacitan merupakan salah satu daerah di Jawa Timur yang memiliki kerawanan bencana cukup tinggi dan beragam, mulai dari banjir, banjir bandang, tanah longsor, gempa bumi, kekeringan, hingga ancaman tsunami.

"Semoga dengan dipilihnya Pacitan sebagai lokasi gelar peralatan tahun ini, bisa meningkatkan ketangguhan masyarakat terhadap berbagai potensi bencana yang ada dan kolaborasi penanggulangan bencana antar daerah di Jawa Timur juga semakin kuat," ujar Bupati yang akrab disapa Mas Aji.

Baca Juga:
PGIS Gresik Periode 2026-2031 Dilantik, Perkuat Toleransi dan Kolaborasi Lintas Agama

Deputi Bidang Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK, Lilik Kurniawan, mengapresiasi konsistensi BPBD Jawa Timur dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut selama tiga tahun berturut-turut.

Menurutnya, Gelar Peralatan Penanggulangan Bencana Jawa Timur telah menjadi contoh atau role model yang layak diterapkan oleh pemerintah kabupaten/kota maupun provinsi lain di Indonesia.

"Klaster logistik memiliki peran penting dalam tanggap darurat karena mampu meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan melalui penguatan personel dan peralatan penanggulangan bencana," katanya.

Lilik menambahkan, kegiatan tersebut menjadi semakin relevan di tengah peringatan BMKG terkait potensi kekeringan panjang akibat El Nino yang diprediksi melanda sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Jawa Timur.

"Dengan kegiatan hari ini, antisipasi dampak kekeringan melalui penyiapan truk tangki untuk dropping air bersih kepada masyarakat pasti akan lebih siap," jelasnya.

Senada dengan itu, Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB, Andi Eviana, menyebut keterlibatan aktif seluruh BPBD kabupaten/kota se-Jawa Timur menunjukkan adanya komitmen bersama dalam memperkuat kapasitas penanggulangan bencana.

"Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang memamerkan peralatan yang dimiliki, tetapi menjadi momentum untuk memastikan seluruh peralatan benar-benar siap digunakan dan dapat dimobilisasi secara cepat ketika terjadi bencana," tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia dalam mendukung mobilitas logistik dan peralatan saat kondisi darurat.

Sementara itu, Plh. Sekdaprov Jawa Timur, Bobby Soemiarsono, menilai keberhasilan penanggulangan bencana tidak lagi hanya diukur dari jumlah peralatan yang dimiliki, tetapi juga dari kualitas koordinasi dan kecepatan respons yang dibangun.

"Keberhasilan dalam penanggulangan bencana tidak cukup hanya diukur dengan banyaknya aset dan lengkapnya peralatan. Namun juga dari cepatnya informasi yang diterima, kuatnya koordinasi yang dibangun, cepatnya keputusan yang diambil, dan banyaknya masyarakat yang terlindungi," ujarnya.

Ia berharap Gelar Peralatan Penanggulangan Bencana 2026 dapat melahirkan berbagai inovasi, memperkuat jejaring antar daerah, dan membangun komitmen bersama untuk mewujudkan Jawa Timur yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing di tengah meningkatnya risiko bencana.

Dengan dipusatkannya kegiatan di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur kembali menegaskan keseriusannya dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang terintegrasi, mulai dari kesiapan personel, logistik, hingga penguatan kolaborasi lintas wilayah.(*)