KETIK, BATU – Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu terus memperkuat penyelenggaraan berbagai ajang olahraga berbasis pariwisata atau sport tourism untuk memperluas daya tarik kunjungan wisatawan. Strategi ini dilakukan dengan menghadirkan kompetisi olahraga berskala nasional hingga internasional.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, mengatakan pengembangan sport tourism menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan jumlah kunjungan sekaligus memperkenalkan potensi Kota Batu melalui aktivitas olahraga.
Konsep tersebut juga diharapkan dapat memperluas pengenalan wisatawan terhadap destinasi di Kota Batu, tidak hanya wisata alam, tetapi juga kawasan yang mendukung kegiatan olahraga.
“Event-event sport tourism yang kami selenggarakan seperti International Paragliding, kemudian ada juga Bumi Khayangan Trail Run. Jumlah peserta wisatawan dari mancanegaranya juga semakin banyak,” ujar Onny, Minggu, 8 November 2026.
Baca Juga:
Respons Keluhan, Pemkot Batu Evaluasi Akses Penyeberangan Pasar Among TaniMenurutnya, Kota Batu memiliki peluang besar untuk mengembangkan kegiatan olahraga sebagai daya tarik wisata. Sejumlah agenda olahraga lainnya juga disiapkan, termasuk kejuaraan anggar tingkat nasional yang rencananya digelar pada bulan berikutnya dan melibatkan peserta dari berbagai daerah di luar Pulau Jawa.
Dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut, Dinas Pariwisata turut bekerja sama dengan sejumlah perangkat daerah untuk mendukung kebutuhan pelaksanaan acara, termasuk penyediaan lokasi dan fasilitas pendukung.
“Kami memfasilitasi tempatnya, kemudian untuk dukungan lainnya dari Dinas Pariwisata. Ada juga dari Dinas Pendidikan,” jelasnya.
Salah satu agenda yang menjadi bagian dari pengembangan sport tourism tersebut adalah Bumi Khayangan Trail Run Volume 2. Karang Taruna Kota Batu kembali menggelar ajang lari lintas alam ini dengan menghadirkan dua kategori, yakni Fun 5K dan Challenging 12K.
Baca Juga:
Pendakian Gunung Arjuno-Welirang Belum Buka, Tahura Masih Lakukan Asesmen KeamananKetua Karang Taruna Kota Batu, Heli Suyanto, mengatakan penyelenggara melakukan sejumlah pembenahan berdasarkan evaluasi pelaksanaan edisi pertama.
Perbaikan difokuskan pada kualitas lintasan, panorama yang dapat dinikmati peserta, serta sistem navigasi agar pengalaman berlari semakin nyaman dan aman.
“Penyempurnaan alur lintasan lari agar menyajikan pemandangan lanskap alam yang lebih optimal serta navigasi jalur trail yang lebih jelas dan aman bagi peserta,” ujarnya.
Pada penyelenggaraan kedua ini, peserta juga akan memperoleh file GPX resmi untuk masing-masing kategori sebelum perlombaan berlangsung. Peta digital tersebut dapat dimanfaatkan untuk mempelajari jalur, mengetahui tingkat elevasi, sekaligus menyusun persiapan dan strategi berlari.
Penyelenggara turut meningkatkan sejumlah fasilitas, mulai dari standar perlengkapan lomba atau race pack, desain jersey performa tinggi, medali khusus bagi peserta yang menyelesaikan perlombaan, hingga pengelolaan pos penyediaan air minum atau water station dan tim fotografi resmi.
“Penguatan manajemen race, mulai dari kick-off hingga penanganan marshals di lapangan, berbasis evaluasi pelaksanaan edisi pertama,” imbuh Mas Heli, sapaan akrabnya.
Tidak hanya berorientasi pada perlombaan, Bumi Khayangan Trail Run juga dirancang menjadi ruang interaksi bagi komunitas, kalangan pemuda, masyarakat setempat, dan pelaku usaha lokal. Salah satu kegiatan pendukungnya adalah Batu Community & Cultural Gathering yang menjadi wadah kebersamaan dan silaturahmi di area race village.
Penyelenggara juga menyediakan stan produk lokal dan kuliner khas pegunungan di sekitar lokasi start dan finish. Rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan hiburan panggung serta pengundian hadiah atau door prize setelah perlombaan selesai.
Peserta bersama keluarga juga berkesempatan mengenal potensi wisata di sekitar lokasi melalui aktivitas wisata agro dan ekowisata. Kegiatan tersebut memungkinkan pengunjung menikmati lanskap perkebunan masyarakat serta lingkungan alam di kawasan Jalibar.
Daya tarik utama perlombaan ini terletak pada karakter lintasannya yang berada di kawasan alami. Peserta akan melewati kebun apel khas Kota Batu, perkebunan milik warga, hingga hutan pinus di kawasan pegunungan Oro-Oro Ombo.
“Lintasan menyusuri kebun apel khas Kota Batu, perkebunan warga, serta hutan pinus sejuk yang tidak didapatkan pada road run perkotaan biasa,” jelas Wakil Wali Kota Batu tersebut.
Jalur perlombaan berada pada ketinggian sekitar 1.113 hingga 1.384 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kondisi geografis tersebut memberikan pengalaman berlari di kawasan pegunungan dengan udara yang lebih segar dan minim polusi.
Untuk kategori Fun 5K, peserta akan menempuh lintasan sepanjang 5 kilometer dengan suguhan pemandangan perkebunan dan pegunungan di kawasan Jalibar.
Sementara kategori Challenging 12K menawarkan jarak tempuh 12 kilometer dengan medan yang lebih menantang dan melewati kawasan hutan di Oro-Oro Ombo.
Selain pengalaman berlari di alam terbuka, peserta juga memperoleh sejumlah fasilitas, di antaranya door prize, jersey eksklusif, dan spot foto di sepanjang kegiatan.
Informasi lebih lanjut mengenai perlombaan dan pendaftaran peserta dapat diakses melalui situs resmi Bumi Khayangan Trail Run di www.bumikhayangantrailrun.com.(Adv)