KETIK, MALANG – Pemerintah Kota Malang optimistis mampu mencapai target investasi yang telah ditetapkan untuk tahun 2026. Angka yang dipatok menyentuh Rp3,2 triliun.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, menjelaskan bahwa optimisme tersebut didorong oleh realisasi pada triwulan I yang telah menembus angka Rp1,18 triliun.

"Investasi kota di triwulan pertama 2026 sudah di angka Rp1,18 triliun per April kemarin. Target kita di 2026 ada Rp3,2 triliun jadi kita tetap optimis," ujar Arif, Kamis, 14 Mei 2026.

Arif menjelaskan capaian tersebut mayoritas berasal dari sektor UMKM, perhotelan, usaha dan jasa, dan lainnya. Terlebih, saat ini usaha perhotelan di Kota Malang semakin masif. 

Menurut Arif, kondisi tersebut tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Ia berharap dengan pertambahan hotel baru di Kota Malang mampu membantu target investasi terealisasi. 

Baca Juga:
Sempat Mandek 17 Bulan, Kasus Penggelapan Rp500 Juta di Malang Akhirnya Naik Penyidikan

"Jadi mudah-mudahan ada kenaikan dengan adanya hotel baru. Terus selain ada hotel-hotel, usaha-usaha yang baru di Kota Malang, mudah-mudahan di Desember nanti bisa tembus di angka Rp3,2 triliun," sebutnya. 

Sementara itu, Ketua PHRI Kota Malang, Agoes Basoeki, menjelaskan industri perhotelan menyumbang PAD cukup signifikan. Terlebih, Kota Malang dikenal sebagai kota pariwisata dan pendidikan yang mendukung ekosistem investasi. 

"Sarana akomodasi dinilai menjanjikan oleh para calon investor. Ini juga mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan PAD serta membangun perekonomian di kota,” jelas Agoes. 

“Meski peluang investasi masih terbuka, pelaksanaannya tetap harus memperhatikan hal-hal normatif,” imbuhnya.(*)

Baca Juga:
Waspada! 13.465 Rumah dan Bangunan di Kota Malang Rawan Terdampak Bencana