KETIK, MALANG – SDN Sukoharjo 1 Kota Malang terus meneguhkan posisinya sebagai salah satu sekolah dasar berprestasi lewat torehan berbagai penghargaan membanggakan. 

Tidak hanya unggul di bidang akademik, sekolah ini juga berhasil mencetak prestasi di bidang non-akademik melalui pengembangan karakter, bakat, dan potensi siswa secara berkelanjutan. 

Berbekal deretan capaian tersebut, SDN Sukoharjo 1 menjadi salah satu sekolah yang mampu mengharumkan nama Kota Malang di berbagai ajang kompetisi. Sekolah ini juga diharapkan terus mengembangkan potensi siswa hingga tingkat tertinggi, sembari aktif mengikuti kemajuan digital dalam proses belajar mengajar.

Berdiri sejak tahun 1945, sekolah dasar ini telah menjadi tempat mengemban ilmu dasar dari generasi ke generasi. Terletak di Jalan Laksamana Martadinata No. IV/2, Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, lokasi sekolah ini memang bersandingan langsung dengan permukiman warga setempat. Namun, hal tersebut sama sekali tidak menghambat proses belajar mengajar untuk mencetak prestasi gemilang.

Beberapa prestasi akademik dan non-akademik yang telah diraih oleh para siswa SDN Sukoharjo 1 Kota Malang, di antaranya:

Baca Juga:
Ketua DPRD Kota Malang Tolak Rencana Alih Fungsi RTH demi Koperasi Merah Putih
  • Juara Umum FAM (Festival Anak Muslim) di tingkat Gugus
  • Juara 2 Pantomim
  • Juara Menggambar pada FLS3N tingkat kecamatan
  • Juara Renang tingkat kota hingga provinsi
  • Juara Karate se-Malang Raya

Selain itu, dalam upaya meningkatkan literasi di era teknologi, SDN Sukoharjo 1 meluncurkan majalah digital pada tahun 2026. Inovasi ini sukses meraih penilaian kategori "Sangat Inovatif" pada ajang inovasi daerah di Kota Malang yang diikuti oleh seluruh lembaga di bawah naungan Pemerintah Kota Malang.

Tak hanya itu, SDN Sukoharjo 1 Kota Malang juga terus meningkatkan kualitas pembelajaran dengan selalu mengikuti perkembangan digital dan mengutamakan karakter peserta didik. Upaya ini didukung oleh prestasi guru SDN Sukoharjo 1 yang telah menjadi praktisi mengajar di Universitas Mengajar.

Dipimpin Guru Pejuang Digital Pusdatin

Kepala SDN Sukoharjo 1 Kota Malang, Murthofiatis Zahrok, S.Pd., M.AB., juga tercatat sebagai Guru Pejuang Digital (GPD). Di Kota Malang, hanya ada empat orang yang mendapatkan pencapaian tersebut dari Pusdatin (Pusat Data dan Teknologi Informasi) di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Baca Juga:
Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bagaimana Nasib Okupansi Hotel di Kota Malang?

Dalam meningkatkan kualitas siswa dan guru, Zahrok mengatakan bahwa pembelajaran di SDN Sukoharjo 1 menggunakan pendekatan penguatan karakter, literasi, numerasi, dan pemanfaatan teknologi. Karena itu, ia terus berupaya memanfaatkan kemajuan teknologi dalam pembelajaran kepada siswa.

Tidak hanya sistem pembelajaran yang terus ditingkatkan kualitasnya, Zahrok juga menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen menanamkan karakter yang baik kepada siswa melalui nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, gotong royong, dan kreativitas.

"Selain mengembangkan kemampuan akademik, kami juga menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, gotong royong, dan kreativitas agar siswa siap menghadapi tantangan masa depan," tuturnya.

Tembus 70 Persen ke SMP Negeri 

Hingga saat ini, SDN Sukoharjo 1 Kota Malang telah melahirkan lulusan yang mampu bersaing dengan sekolah lain. Setiap tahunnya, sekitar 70 persen lulusan SDN Sukoharjo 1 berhasil melanjutkan pendidikan ke SMP Negeri. Sementara sisanya, melanjutkan ke pondok pesantren dan sekolah swasta.

Dalam hal ini, Zahrok berharap agar SDN Sukoharjo 1 Kota Malang bisa terus berkembang dan beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Selain itu, ia juga berharap dapat terjalin kerja sama yang baik dengan semua pihak, termasuk kampus-kampus, dalam meningkatkan kualitas peserta didik yang berkarakter.

"Harapan kami, SDN Sukoharjo 1 dapat terus berkembang menjadi sekolah yang unggul dalam prestasi, berkarakter, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Kami juga berharap terjalin kerja sama yang semakin baik antara sekolah, orang tua, dan masyarakat serta universitas dan lembaga lainnya dalam mendukung tumbuh kembang peserta didik sehingga mereka menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap menghadapi masa depan," ujar Zahrok penuh harapan. (*)