KETIK, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana merangkum rentetan kejadian kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Indonesia berdasarkan pemutakhiran data hingga Kamis 8 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB. Kebakaran melahap puluhan hektare lahan perkebunan, gambut, hingga kawasan hutan Perhutani di Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Papua.
Mayoritas insiden dipicu oleh aksi pembukaan lahan dengan cara dibakar serta sisa pembakaran sampah yang menjalar akibat tiupan angin kencang.
Berikut sebaran titik karhutla dan kondisi terkini di lapangan:
Sumatera dan Kepulauan Babel
- Tulang Bawang Barat, Lampung: Api melahap 78,2 hektare kebun karet PT Huma Indah Mekar di Desa Penumangan pada Selasa (6/10). Api padam penuh pada Rabu malam. Polsek dan Satreskrim Polres setempat tengah menyelidiki penyebab munculnya titik api.
- Pesawaran, Lampung: Pembakaran kebun di Desa Kububatu yang belum padam sempurna menyambar rumpun bambu kering akibat angin kencang. Lahan seluas 2 hektare terbakar sebelum tim gabungan berhasil memadamkan api.
- Bangka Barat, Kep. Babel: Kebakaran melanda 1 hektare lahan gambut di Desa Air Belo. Petugas sempat terkendala angin kencang dan kendala teknis mesin pompa sebelum api padam pada Rabu sore.
- Pangkalpinang, Kep. Babel: Kebakaran lahan seluas 2 hektare di depan TPU Sinar Bulan berhasil dipadamkan TRC BPBD dalam waktu 20 menit pada Rabu malam.
Pulau Jawa
Baca Juga:
Lama Kering, Hujan Deras Guyur Manokwari, Warga Lega Ancaman Karhutla Mereda- Wonogiri & Grobogan, Jawa Tengah: Kebakaran masing-masing melahap 1 hektare lahan di Desa Giritirto (Wonogiri) dan Desa Katekan (Grobogan). Seluruh titik api berhasil dipadamkan dan dipastikan tidak meluas ke permukiman.
- Trenggalek, Jawa Timur: Lahan milik warga dan kawasan hutan Perhutani Petak 78 A Desa Ngadirenggo terbakar seluas 3,5 hektare. Api padam setelah penanganan selama 4,5 jam oleh tim gabungan.
Sulawesi
- Majene & Polewali Mandar, Sulawesi Barat: Kebakaran hanguskan 8 hektare lahan di Desa Palipi (Majene) dan 10 hektare di Desa Beroangin (Polman). Insiden di Polman dipicu oleh sisa pembakaran lahan yang ditinggalkan.
- Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah: Lahan terdampak mencapai 10 hektare di Desa Labuan. Sebanyak 2 hektare area yang terbakar berhasil dipadamkan, namun penanganan membutuhkan alat pemadaman portabel.
- Minahasa & Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara: Kebakaran melanda 3,5 hektare lahan perbatasan di Tombulu (Minahasa) serta 4 hektare kebun warga di Melonguane (Talaud) akibat aktivitas pembukaan lahan.
Papua
- Boven Digoel, Papua Selatan: Kebakaran melahap sekitar 20 hektare lahan di Kampung Naga, Distrik Jair. Hingga Rabu (7/10), titik api dan asap tebal masih terpantau. Penanganan terkendala jarak lokasi yang jauh dari pusat kota, minimnya sumber air, serta keterbatasan armada dan personel.
Rangkaian kejadian tersebut menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama pada kondisi kering yang dapat meningkatkan risiko penyebaran api. BNPB mengimbau masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar, khususnya di wilayah lahan gambut yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan.
Masyarakat juga diminta tidak membuang puntung rokok atau benda yang masih menyala sembarangan. Bara bekas pembakaran sampah atau lahan harus dipastikan benar-benar padam sebelum ditinggalkan.
Baca Juga:
BNPB Catat Kasus Kebakaran Lahan dan Longsor di Sejumlah WilayahSelain itu, masyarakat perlu menyiapkan sumber air, alat pemadam sederhana, dan sekat bakar di sekitar kebun atau permukiman. Warga juga diimbau mengenali jalur evakuasi dan titik kumpul yang aman.
Saat terjadi asap tebal, gunakan masker, batasi aktivitas di luar rumah, dan utamakan keselamatan kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat dengan gangguan pernapasan.
Kemunculan titik api atau asap segera dilaporkan kepada perangkat desa, BPBD, Pemadam Kebakaran, atau aparat setempat. Masyarakat juga diingatkan untuk tidak mencoba memadamkan api berukuran besar seorang diri serta tetap memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari sumber resmi. (*)