KETIK, JAKARTA – Mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal menghadirkan konsep berbeda di tengah maraknya ruang kreatif berbasis digital.
Ia membuka AKC Library & Cafe di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, yang tidak hanya menjadi tempat menikmati kopi, tetapi juga ruang membaca, bekerja, hingga berdiskusi mengenai isu-isu strategis.
Perpustakaan kafe tersebut dirancang Dino sebagai lingkungan yang mendukung aktivitas intelektual, mulai dari membaca buku, menulis, berpikir, hingga bertukar gagasan. Nama AKC sendiri merupakan singkatan dari nama ketiga anaknya, Alexa, Keanu, dan Chloe.
"Halo, saya Dino Patti Djalal. Saya baru saja membuka library cafe di daerah Kemang, Jakarta Selatan. Nama cafe ini adalah AKC, singkatan dari nama anak-anak saya, Alexa Keanu, Chloe," ujar Dino melalui dikutip di akun Instagramnya @dinopattidjalal, Selasa 11 Agustus 2026.
Dino menjelaskan, ide mendirikan AKC Library & Cafe berangkat dari keinginannya menyediakan ruang yang tenang bagi masyarakat yang ingin menikmati suasana berbeda dari hiruk pikuk perkotaan.
Baca Juga:
MUI Gelar Kongres Umat Islam Indonesia VIII Pekan Ini, Presiden Prabowo Dijadwalkan Buka Acara"Saya ingin memberikan suatu ruang yang sepi dan nyaman untuk membaca, menulis, berpikir, berdiskusi, bahkan melamun," jelas Dino.
Selain menjadi perpustakaan, tempat tersebut juga akan difungsikan sebagai klub buku. Berbagai kegiatan diskusi dan pembahasan buku akan digelar secara berkala untuk mempertemukan para pembaca, akademisi, diplomat, hingga masyarakat umum.
Dino menyebut kapasitas AKC Library & Cafe memang tidak terlalu besar, yakni maksimal sekitar 40 orang. Namun, fasilitas yang tersedia dibuat untuk menunjang berbagai kebutuhan pengunjung.
"Ada quiet reading room, ada sejumlah working space untuk menyelesaikan tugas kantor atau tugas kuliah, dan kalau mau break, disediakan papan catur," katanya.
Baca Juga:
Korupsi MBG: Ketua Yayasan Jadi Tersangka Baru, 41 Nama dan Proyek CCTV Rp300 Miliar Dibongkar"Boleh bawa pet, tapi hanya di taman samping yang khusus disediakan," imbuhnya.
Menurut Dino, konsep tersebut juga menjadi upaya menghadirkan kembali budaya membaca buku fisik di tengah perkembangan teknologi digital.
"Di cafe ini saya buat untuk orang yang mencari ketenangan dalam suasana Kota Jakarta yang super sibuk, padat, berpolusi dan bising. Saya memberikan suatu ruang yang sepi dan nyaman," pungkasnya. (*)