KETIK, SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat komitmen dalam menghadirkan kemudahan bagi warganya. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sidoarjo, fasilitas internet gratis kini mampu menjangkau berbagai lini kehidupan masyarakat. Baik di wilayah pusat kota maupun pelosok desa terpencil yang sebelumnya merupakan wilayah blank spot.

Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan bahwa perluasan akses internet ini merupakan langkah konkret dalam percepatan tata kelola pemerintahan digital. Konektivitas yang merata merupakan kunci penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan ekonomi kerakyatan.

"Kami ingin seluruh warga Sidoarjo, tanpa terkecuali, merasakan manfaat teknologi. Dengan internet gratis yang merata, akses informasi, pendidikan, dan layanan publik menjadi lebih cepat dan efisien. Ini adalah fondasi utama kita menuju Sidoarjo sebagai Smart City yang tangguh,” ujar Bupati Subandi.

Pegawai dan teknisi Diskominfo Sidoarjo memasang perangkat wifi di Balai Desa Tanjungsari, Kecamatan Jabon. Warga desa bisa menikmati internet gratis di salah satu kawasan pinggiran Kabupaten Sidoarjo itu. (Foto: Kominfo Sidoarjo)

Berikan Dampak Positif bagi Pendidikan dan Layanan Publik

Baca Juga:
BPBD Sidoarjo Bawa Misi Besar ke BNPB, Gagas 3 Solusi Banjir Tahunan Tanggulangin

Keberadaan internet gratis kini dirasakan langsung manfaatnya oleh para pelajar di wilayah pinggiran. Diskominfo Sidoarjo telah sukses membangun tower mandiri untuk memancarkan sinyal ke dusun terpencil, seperti Kalikajang di Pucukan (Desa Sawohan) dan Desa Tanjungsari (Jabon).

Fasilitas tersebut sangat menunjang proses belajar mengajar di SD Sawohan 2, SMP 1 Atap Pucukan, hingga SDN Gebang 2. Murid-murid sekolah maupun guru sangat terbantu dengan internet gratis  dari Diskominfo Sidoarjo itu.

Tidak hanya pendidikan, fasilitas kesehatan juga tak luput dari perhatian. Pasien dan keluarga di Puskesmas, Pustu, hingga RSUD R. Notopuro dan RSUD Sidoarjo Barat kini bisa mengakses informasi secara cuma-cuma melalui jaringan ini.

Wamen Komdigi Nezar Patria saat berkunjung ke Balai Desa Tambak Kalisogo, Kecamatan Jabon, saat pencanangan program Desa Digital pada Januari 2025 lalu. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)

Baca Juga:
Koperasi Merah Putih Desa Ngingas Terkendala Jalan, Bupati Subandi Ajak Pengembang Perum Delta Sari Bantu Akses

Buktikan Peran Strategis Diskominfo Sidoarjo dalam Digitalisasi

Diskominfo Sidoarjo memegang peran krusial sebagai integrator seluruh jaringan pemerintahan. Kepala Diskominfo Sidoarjo Eri Sudewo menjelaskan, Diskominfo Sidoarjo kini mengelola seluruh jaringan secara terpusat untuk memastikan stabilitas layanan digital di lebih dari 100 aplikasi milik organisasi perangkat daerah (OPD).

"Sekarang seluruh keperluan jaringan di OPD telah diakomodir oleh Diskominfo Sidoarjo. Jika dulu masing-masing OPD mengelola sendiri dengan kapasitas yang tidak merata, sekarang semua terstandardisasi. Ini penting agar kualitas layanan kepada masyarakat tetap terjaga dan optimal," terang Eri Sudewo.

Kabid Infrastruktur & Keamanan TIK Diskominfo Sidoarjo, Khoiril Erwindra ST menambahkan, program Zero Blank Spot menjadi prioritas utama untuk melayani masyarakat dalam memperoleh kemudahan akses internet.

”Kami bekerja keras agar wilayah pinggiran bisa menikmati fasilitas yang sama dengan perkotaan. Semua gratis untuk masyarakat,” ungkapnya.

 

Seorang pengunjung mojok sendirian sambil menikmati internet dan listrik gratis di Alun-Alun Sidoarjo. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)

Dorong Ekonomi Digital dan Kreativitas Anak Muda

Dampak ekonomi juga terasa di pusat-pusat perbelanjaan dan kuliner. Misalnya, pelaku UMKM di Pujasera Jalan Gajah Mada kini didorong untuk melakukan transaksi digital.  Manfaat internet gratis itu benar-benar dirasakan oleh pedagang maupun pembeli. Firman, warga Sepande, Candi, mengaku suka berlama-lama duduk di Pujasera Gajah Mada. Selain bisa menikmati menu yang bervariasi, lanjut Firman, dirinya juga menggunakan akses internet gratis.

”Kadang ada telepon mendadak dari kantor. Perlu update pekerjaan. Saya berhenti. Mampir ke Pujasera Gajah Mada untuk buka laptop sebentar,” ujar Firman pada Senin malam (11 Mei 2026).

Internet gratis dari Pemkab Sidoarjo itu juga sangat membantu para pedagang. Mudah bagi pembeli yang mau bayar dengan QRis. Soalnya harus keluar dulu kalau cari ATM.

”Anak-anak muda sekarang lebih senang bayar pakai HP,” kata pedagang tahu campur di Pujasera Gajah Mada.

Pedagang Pasar Porong pun telah menikmati fasilitas internet gratis itu. Sebagian pedagang memanfaatkannya untuk berjualan secara daring (online). Supaya tidak kalah dengan pedagang yang menawarkan dagangan dari rumah secara daring.

”Kami latih juga mereka bagaimana menawarkan dagangan secara online,” kata perwakilan pengelola Pasar Porong kepada Bupati Subandi dalam pertemuan di Pendopo Delta Wibawa pada Selasa  (7 Mei 2026) lalu.

Fasilitas internet untuk pedagang pasar ini akan diperluas hingga ke pasar-pasar lain. Di antaranya, Pasar Krian dan Pasar Wadungasri. Titik wifi menempati area-area yang menjadi pusat keramaian. Lokasi itu ditentukan setelah ada survei dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo.

Kepala Diskominfo Sidoarjo Eri Sudewo membenarkan bahwa akses internet gratis akan mendorong peningkatan transaksi digital. Baik di pusat perbelanjaan, sentra kuliner, pasar tradisional, dan sebagainya.

”Kami tidak hanya memberikan fasilitas internet, tetapi juga siap melatih para pedagang,” tambahnya.

”Anak-anak muda melalui Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di desa-desa juga bisa kami bekali keterampilan branding potensi desa, penggunaan e-commerce, hingga pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI),” tegas Eri Sudewo lagi.

Fasilitas internet gratis ini juga menjadi magnet di Ruang Terbuka Hijau (RTH). Pengunjung Alun-Alun Jayandaru Sidoarjo seluas 2,5 hektare kini bebas berselancar di jagat maya untuk kegiatan kreatif, mulai dari browsing, surfing, hingga transaksi digital saat Car Free Day (CFD).

Rizqi, seorang pelajar SMP, mengaku hampir setiap hari bisa menikmati fasilitas internet gratis di Alun-Alun Jayandaru Sidoarjo. Setiap pulang sekolah, dia menunggu jemputan di bagian timur Alun-Alun. Kemudian boncengan motor menuju Jetis, Sukodono.

Nunggu bareng kakak pulang kerja,” ungkap pelajar kelas VIII tersebut.

Dia pulang sekolah sekitar pukul 14.30. Lalu, naik angkutan kota menuju Alun-Alun Sidoarjo. Sekitar 30 menit sampai 1 jam, Rizqi akan duduk-duduk di taman. Sambil menunggu sang kakak datang menjemput, murid salah satu SMP negeri itu menikmati fasilitas internet gratis di alun-alun.

Ada banyak wifi yang bisa dia akses di situ. Di antaranya, wifi Alun-Alun Sidoarjo dan Pemkab Sidoarjo. Tidak ada password maupun batasan akses. Bebas. Sepuasnya. Sering dia chattingan dengan teman-teman yang sudah lebih dulu sampai di rumah.

Enak nggak bosen. Nggak terasa juga meskipun 1 jam,” tambah Rizqi.

Dengan sinergi antara kebijakan Bupati H. Subandi dan kesiapan infrastruktur dari Diskominfo  Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo kini semakin mantap melangkah sebagai daerah dengan tata kelola pemerintah digital yang inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan warga. (adv)