KETIK, CILACAP – Kemarau panjang berdampak kekeringan melanda di beberapa wilayah di Kabupaten Cilacap. Masyarakat mulai kesulitan mendapatkan air bersih.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terkini, Cilacap hingga Sabtu 29 Agustus 2026, lebih dari 41 ribu warga di sejumlah wilayah terdampak kekeringan.
Menyikapi kondisi tersebut, BPBD Cilacap terus berupaya menyalurkan bantuan air bersih kepada warga dengan melibatkan sejumlah pihak.
"Hingga saat ini, total distribusi air bersih telah mencapai 596 tangki dengan volume 3.090.000 liter," ungkap Kepala Pelaksana BPBD Cilacap Taryo, Minggu 30 Agustus 2026.
Adapun air bersih tersebut telah disalurkan ke 54 Desa, yang tersebar di 18 Kecamatan di wilayah Kabupaten Cilacap. Dari jumlah wilayah itu, terbanyak di Cilacap bagian barat.
Baca Juga:
Kantin Kita Hadir di Pintu II Pertamina Cilacap, Sajikan Menu Nusantara Mulai Rp12 RibuanSementara jumlah warga terdampak dan mengalami krisis air bersih kini bertambah menjadi 17.224 kepala keluarga (KK) atau 41.558 jiwa.
Menurut Taryo kemarau yang terjadi saat ini membuat kapasitas sumur warga menurun. Hal inilah yang menyebabkan krisis air bersih terjadi.
"Kemarin Sabtu 29 Agustus 2026, kita telah menyalurkan air bersih sebanyak 16 tangki untuk warga di 12 Desa di 5 Kecamatan," terang Taryo.
Selain itu, kualitas air mengalami intrusi air laut, sehingga air tidak layak dikonsumsi. "Kemungkinan ini karena dampak kemarau ini cukup kering gitu ya," katanya.
Baca Juga:
Dandim Baru Cilacap Ajak Insan Pers Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas WilayahTaryo menyampaikan, air bersih yang telah disalurkan, selain berasal dari APBD juga bantuan dari stakeholder maupun pihak terkait seperti PMI Cilacap, Pertamina, BBWS Citanduy, Lazis MU dan lain sebagainya.
Diharapkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi kemanusiaan, TNI-Polri dan berbagai elemen masyarakat bisa mempercepat penanganan kekeringan di wilayah Kabupaten Cilacap. (*)