KETIK, BANDUNG – Pendakwah KH Nanang Qosim,MM,Mpd, pimpinan Pondok Pesantren Addzimat Dai Indonesia, kini dipercaya mengisi jajaran Wakil Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, periode 2026–2030. Amanah tersebut menandai keterlibatan lebih jauh Dai Nanang dalam penguatan organisasi NU, sekaligus membuka ruang kolaborasi antara pesantren dan jam’iyah Nahdlatul Ulama.
Pelantikan pengurus MWCNU Rancaekek menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang digelar di Pondok Pesantren Addzimat Dai Indonesia, Jalan Samsat, Kampung Cipasir, Desa Jelegong, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan yang berkolaborasi dengan Ansor Rancaekek itu diikuti jajaran badan otonom, lembaga MWCNU, serta pengurus ranting NU se-Kecamatan Rancaekek. Pelantikan dilakukan Ketua dan Sekretaris PCNU Kabupaten Bandung.
Dai Nanang menyebut peringatan HSN tersebut sebagai wujud kolaborasi antara keluarga besar Ponpes Addzimat, MWCNU Rancaekek, dan Ansor Rancaekek. Menurut dia, Hari Santri bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum untuk mengingat kembali perjuangan santri dan ulama dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Peringatan HSN di MWC NU Rancaekek ini menunjukkan bahwa HSN merupakan event tahunan para santri dan Nahdlatul Ulama untuk mengenang perjuangan para santri dan ulama dalam mempertahankan kemerdekaan,” kata Dai Nanang.
Dai Nanang dikenal sebagai pendakwah yang juga membangun kiprah melalui lembaga pendidikan dan dakwah. Ia memimpin Pondok Pesantren Addzimat Dai Indonesia di Desa Jelegong, Rancaekek, yang menaungi kegiatan pendidikan dan pembinaan santri. Kiprahnya tidak hanya berada di mimbar ceramah, tetapi juga dalam pengembangan pesantren sebagai ruang pendidikan, dakwah, dan pembentukan karakter generasi muda.
Baca Juga:
Cegah Tawuran Pelajar, Kapolres Blitar Kota Soroti Bahaya Provokasi di Media SosialMasuknya Dai Nanang ke jajaran pimpinan MWCNU Rancaekek berlangsung di tengah harapan agar NU Rancaekek semakin inovatif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Dalam Konferensi MWCNU Rancaekek pada September 2026, ia pernah menekankan pentingnya inovasi dan terobosan agar organisasi tidak sekadar menjalankan rutinitas, tetapi mampu menghadirkan program yang nyata manfaatnya bagi umat. Kolaborasi pesantren dan NU, menurutnya, menjadi salah satu jalan untuk memperluas manfaat tersebut.
Peringatan HSN di Ponpes Addzimat berlangsung meriah dengan upacara yang dipimpin Ketua Tanfidziyah MWCNU Rancaekek KH Ending Jauharudin sebagai pembina, makan tumpeng bersama, bazar sholawat, serta penampilan santri berupa gambus, pencak silat Pagar Nusa, dan Tari Saman.
Malam harinya, acara puncak dilanjutkan dengan inagurasi pengurus Ansor MWCNU Rancaekek, penampilan paduan suara Muslimat NU, dan ditutup tabligh akbar oleh KH Asep Syamsudin. Dai Nanang berharap kepengurusan baru MWCNU Rancaekek terus bersinergi dengan pesantren untuk meneruskan perjuangan ulama terdahulu.(*)