KETIK, MADIUN – Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun terus memperkuat pendidikan karakter bagi peserta didik sejak hari pertama memasuki lingkungan sekolah.
Komitmen tersebut kembali ditegaskan Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun saat menghadiri penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 12 Kota Madiun, Jumat, 17 Juli 2026.
Menariknya, penutupan MPLS kali ini tidak hanya diikuti para siswa, tetapi juga melibatkan orang tua dan wali murid.
Sebanyak 185 siswa hadir bersama keluarga mereka sebagai bentuk penguatan sinergi antara sekolah dan rumah dalam membentuk karakter anak.
Plt Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun, mengatakan pendidikan tidak hanya bertujuan mencetak siswa yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat di tengah perkembangan zaman.
Baca Juga:
288 Siswa Baru Ikuti MPLS di SMPN 3 Comal Pemalang, Siap Cetak Pemimpin Masa Depan"Kami ingin anak-anak di Kota Madiun tumbuh cerdas dan berkarakter. Karena itu, sejak MPLS ditanamkan nilai antikorupsi, anti-bullying, dan penggunaan gawai secara bijak dengan melibatkan orang tua," ujar Bagus Panuntun.
Menurutnya, keterlibatan orang tua menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan positif di lingkungan keluarga.
Sebab, pendidikan karakter tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada sekolah.
Sebagai upaya membiasakan penggunaan teknologi secara positif, para peserta didik diberikan tugas membuat video aktivitas bersama keluarga.
Baca Juga:
PAD Lampaui Target, Pemkot Madiun Tegaskan SILPA Bukan Tolok Ukur KinerjaLangkah tersebut diharapkan mampu mengarahkan penggunaan gawai menjadi lebih kreatif dan produktif.
Selain pendidikan karakter, Pemkot Madiun juga mendorong pengembangan bakat dan minat siswa, khususnya di bidang seni dan budaya.
Bagus berharap kreativitas para pelajar dapat terus tumbuh dan memperoleh ruang untuk tampil di berbagai kegiatan masyarakat, mulai dari tingkat kelurahan hingga kota.
"Kita pemerintah juga berharap potensi seni dan budaya dari siswa ini terus berkembang, serta bisa mendapatkan ruang untuk menampilkan kreativitasnya di berbagai kegiatan dimulai dari tingkat kelurahan," tambahnya.
Pemkot Madiun menilai MPLS menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai dasar kepada peserta didik sebelum memasuki proses pembelajaran secara penuh.(*)