KETIK, MALANG – Kementerian Kehutanan Balai Besar Taman Nasional (BBTN) Bromo Tengger Semeru resmi mengumumkan penutupan sementara kegiatan pendakian Gunung Semeru dalam rangka peringatan Hari Raya Karo di Desa Ranupani sejak tanggal 7 hingga 18 Agustus 2026 dan buka kembali pada 19 Agustus 2026.
Perayaan Hari Raya Karo menjadi salah satu momentum penting bagi masyarakat Tengger di Desa Ranupani. Sehingga, penutupan area wisata ini menjadi salah satu upaya dalam menghormati adat istiadat setempat.
Dalam Surat Pemerintah Desa Ranupani Nomor 400.10.2/130/427.92.12/2026 tertanggal 24 Juni 2026, terdapat tiga poin utama dalam permohonan penutupan sementara kawasan Tengger Semeru.
1. Jalur pendakian Gunung Semeru ditutup sementara mulai Jumat, 7 Agustus 2026 hingga Selasa, 18 Agustus 2026.
2. Pendakian terakhir dilaksanakan pada Kamis, 6 Agustus 2026, dan seluruh pendaki yang berada di jalur pendakian wajib telah kembali ke Ranupani paling lambat Jumat, 7 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB.
Baca Juga:
Konser Musik hingga Fun Run, PHRI: Event Besar Jadi Kunci Tingkatkan Kunjungan ke Malang3. Kegiatan pendakian Gunung Semeru kembali dibuka pada Rabu, 19 Agustus 2026, dengan pendaftaran dilakukan melalui website bromotenggersemeru.id.
4. Kegiatan kunjungan wisata dan berkemah di Ranu Regulo tetap dibuka selama pelaksanaan Hari Raya Karo.
5. Pendaki yang terdampak erupsi tahun 2025 yang memilih jadwal reschedule bertepatan penutupan Hari Raya Karo, diberikan kesempatan untuk melakukan penjadwalan ulang (reschedule) pada tanggal lain. Mekanisme penjadwalan ulang akan diinformasikan lebih lanjut melalui nomor WhatsApp ketua rombongan yang terdaftar pada saat pemesanan.
Selain itu, Pemerintah Desa Ranupani juga telah memberikan surat edaran resmi terkait penutupan Jalur Pendakian Gunung Semeru dengan tiga tujuan, yakni:
Baca Juga:
13 Pendaki Ilegal Gunung Semeru Diamankan BB TNBTS, 4 Orang Masih Diburu Petugas1. Menjaga kesakralan pelaksanaan upacara adat sesuai ketentuan dan kesepakatan Tetua Adat setempat;
2. Menjamin keamanan, ketertiban, dan kelancaran kegiatan warga serta rombongan pelaksana upacara;
3. Mengindari potensi gangguan atau bantuan aktivitas antara pendaki dan kegiatan adat yang sudah berlangsung turun-temurun.
Penutupan ini menjadi bentuk bahwa adat istiadat selalu menjadi hal yang paling dihormati. Sebagai Warga Negara Indonesia tentunya mematuhi segala bentuk penghormatan kepada keyakinan dan tradisi menjadi hal yang wajib untuk dilakukan.
Dengan penutupan ini, diharapkan seluruh masyarakat Indonesia bisa ikut menghormati dan menaati himbauan tersebut.
Dalam pelaksanaan perayaan Hari Raya Karo, Desa Ranupani telah memberikan jadwal acara per harinya sebagai berikut:
1. 8 Agustus 2026 pukul 20.00 - selesai: Tayup Sidodadi
2. 9 Agustus 2026 pukul 08.00 - selesai: kegiatan Tayup
3. 9 - 11 Agustus 2026 pukul 09.00 - selesai: Santi Sidodadi
4. 12 - 13 Agustus 2026 pukul 09.00 - selesai: Santi Besaran
5. 11 Agustus 2026 pukul 13.00 - selesai: Andon Mangan Area Sidodadi
6. 12 Agustus 2026 pukul 13.00 - selesai: Andon Mangan Dusun Besaran ke. dusun Sidodadi
7. 13 Agustus 2026 pukul 13.00 - selesai: Andon Mangan Area Besaran
8. 14 Agustus 2026 pukul 13.00 - selesai: Andon Mangan Dusun Sidodadi ke Dusun Besaran
9. 15 Agustus 2026 pukul 08.00 - selesai: Acara Puncak Nyadran
10. 17 - 18 Agustus 2026 pujul 10.00 - selesai: Penutupan Karo Barikan.
Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi akun resmi @bbtnbromotenggersemeru.(*)