KETIK, JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember resmi menghadirkan Klinik Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) di RSD Balung, Senin, 27 April 2026. Kehadiran fasilitas ini langsung berdampak pada penurunan biaya medical check up menjadi Rp450 ribu, yang disebut sebagai salah satu yang termurah di Jawa Timur.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, menegaskan bahwa seluruh rumah sakit daerah kini telah siap melayani pemeriksaan kesehatan bagi calon pekerja migran Indonesia. Layanan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat perlindungan sejak tahap awal keberangkatan.
"Maka hari ini rumah sakit daerah, termasuk rumah sakit Balung sudah siap menjadi tempat untuk medical check up untuk Calon Pekerja Migran Indonesia," kata dia saat acara Pro Gus’e di RSD Balung, Senin, 27 April 2026.
Pemerintah daerah sebelumnya menetapkan biaya pemeriksaan kesehatan sebesar Rp750 ribu. Namun, melalui kebijakan terbaru, tarif tersebut berhasil ditekan hingga Rp450 ribu.
"Kalau kemarin harganya masih Rp 750 ribu, setelah pembantuan kita tadi, maka biayanya Rp 450 ribu," ujarnya.
Baca Juga:
Pemkab Jember Beri Tenggat Administrasi Beasiswa hingga 8 Mei, Living Cost Cair Akhir BulanIa menilai, biaya tersebut jauh lebih terjangkau dibandingkan daerah lain di Jawa Timur yang masih berada di kisaran Rp500 ribu hingga Rp700 ribu. Penurunan tarif ini diharapkan mampu meringankan beban calon pekerja migran sekaligus mendorong mereka menempuh jalur resmi.
"Karena ini bagian dari bentuk memperhatikan kami kepada para calon PMI, dan berharap CPMI di Kabupaten Jember berangkat dengan jalur yang prosedural, tidak pakai non-prosedural," tegas pria asal Kecamatan Jombang tersebut.
Pemkab Jember menargetkan fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, khususnya calon pekerja migran, agar proses keberangkatan lebih aman, legal, dan terjamin dari sisi kesehatan. (*)