KETIK, BANDUNG – Bupati Bandung Dadang Supriatna mengapresiasi gotong royong masyarakat dan dukungan dunia usaha dalam penanganan Sungai Cisungalah melalui program Pentahelix. Kolaborasi tersebut telah menyelesaikan 10 dari 13 titik tanggul yang sebelumnya mengalami kerusakan.

Hal itu disampaikan Dadang saat menghadiri tasyakur binikmat atas pelaksanaan normalisasi Sungai Cisungalah sepanjang 5 kilometer di kawasan SDN Panyadap, Kecamatan Solokanjeruk, Selasa (11/8/2026).

Menurut bupati yang akrab disapa KDS ini, capaian tersebut menunjukkan penanganan persoalan banjir tidak selalu harus bertumpu pada anggaran pemerintah. Keterlibatan masyarakat dan dunia usaha menjadi kekuatan penting untuk mempercepat pekerjaan di lapangan.

"Kita harus betul-betul transparan. Kunci keberhasilan dalam program Pentahelix itu amanah dalam melaksanakan tugas," ujar KDS.

Ia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang ikut bergotong royong, termasuk perusahaan yang memberikan dukungan. Salah satu dukungan terbesar datang dari PT Kahatex.

Baca Juga:
KDS: Pemerintah Harus Hadir Sebelum Warga Membutuhkan

KDS mengatakan seluruh bantuan, baik berupa anggaran, tenaga maupun pemikiran, merupakan bagian dari kontribusi bersama dalam mengurangi risiko banjir.

"Terima kasih kepada semua pihak yang turut menyumbang dalam program Pentahelix, baik materi, pikiran maupun tenaga. Semoga dicatat menjadi amal baik," katanya.

Normalisasi Sungai Cisungalah dilakukan sepanjang 5 kilometer, mulai dari muara Sungai Citarik hingga hulu di Desa Bojong, Kecamatan Majalaya.

Meski sebagian besar pekerjaan telah berjalan, KDS meminta tiga titik Tembok Penahan Tanah (TPT) yang belum tertangani segera diperbaiki. Ia meminta DPUTR Kabupaten Bandung menghitung kebutuhan anggaran dan menyiapkan material untuk pekerjaan tersebut.

Baca Juga:
Fokus Kerja di Tengah Gaduh: Ujian Kepemimpinan Bupati KDS

"Ini menyangkut keselamatan dan nyawa manusia. Kalau tidak segera diperbaiki, sangat besar risikonya bila jebol saat hujan," tegasnya.

KDS juga memastikan rencana pelebaran Sungai Cisungalah hingga 8 meter tetap dilanjutkan. Menurutnya, pengerukan saja belum cukup untuk meningkatkan kapasitas sungai menghadapi debit air dari hulu.

"Wayahna tidak ada pembebasan lahan. Saya berharap Pak Camat dan Pak Kades segera menyosialisasikannya kepada masyarakat," ujarnya.

Ia berharap semangat gotong royong tersebut terus berlanjut, termasuk melalui program padat karya di tingkat desa.

KDS bilang, model Pentahelix tidak hanya diterapkan di Solokanjeruk, tetapi juga di sejumlah wilayah lain seperti Majalaya, Bojongsoang, Dayeuhkolot dan Banjaran.

"Kami ingin program ini benar-benar terlaksana dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," katanya.(*)