KETIK, ACEH SINGKIL – Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, minta dinas terkait kolaborasi aktif dalam pengendalian kenaikan harga cabai merah di pasar, sekaligus memastikan distribusi sembako masyarakat lancar.
Perhatian ini disampaikan bupati di sela-sela mengikuti agenda rutin mingguan melalui zoom bersama Kementerian Dalam Negeri, Senin, 21 September 2026 di op room Kantor Bupati.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Aceh Singkil Safriadi Oyon, Pj. Sekda Edy Widodo, Kadis Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Abdul Haris, SP, Plt. Kadis Perkebunan Nirwana Angkat, Kabag Ekonomi Rully Suhaidi, serta perwakilan DisperindagKop dan UKM.
Dalam pembahasan, salah satu perhatian utama adalah kenaikan harga cabai merah di Aceh Singkil. Pemerintah daerah menekankan pentingnya pemantauan harga, ketersediaan pasokan, serta kelancaran distribusi untuk menjaga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Bupati Oyon meminta seluruh instansi terkait agar tidak hanya memantau harga, tetapi juga memastikan rantai pasok berjalan baik.
Baca Juga:
Dukung Investasi, Tokoh Masyarakat Beutong Sampaikan Aspirasi ke Komisi III DPR RIProduksi cabai, katanya, harus dipastikan terlebih dahulu memenuhi kebutuhan masyarakat. Jangan sampai kebutuhan daerah belum terpenuhi, tetapi produksinya sudah lebih dulu dibawa ke luar daerah.
Bupati juga menegaskan bahwa pengendalian distribusi bukan berarti membatasi perdagangan, melainkan memastikan keseimbangan antara produksi, kebutuhan masyarakat dan distribusi.
"Kita harus jaga keseimbangan. Petani harus mendapatkan harga yang baik," ujarnya.
Ia meminta Dinas Pangan, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan, Bagian Ekonomi, serta instansi terkait untuk memperkuat koordinasi dan melakukan pemantauan secara berkala.
Baca Juga:
25 Tenaga Sanitasi Puskesmas Aceh Singkil Ikuti Pelatihan Pengawasan Pangan untuk Kawal Dapur MBG"Pastikan data produksi, kebutuhan dan distribusi jelas. Jangan bekerja berdasarkan perkiraan. Kita harus tahu berapa produksi, berapa kebutuhan masyarakat dan ke mana komoditas itu didistribusikan," jelasnya.
Yang dijaga, lanjutnya, bukan hanya harga, tetapi juga ketersediaan. Masyarakat harus mendapatkan cabai dengan harga yang wajar dan pasokan yang cukup.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pangan Aceh Singkil, Achyaruddin, ST, memastikan komoditas cabai merah akan dimasukkan dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar besok di Kecamatan Simpang Kanan.
"Insya Allah, besok acara GMP di Kecamatan Simpang Kanan, kita masukkan komoditi cabai, yang saat ini harga pasar mencapai Rp60 ribu/kilo. Ini bentuk menyahuti arahan bapak bupati," ucapnya. (*)