KETIK, SURABAYA – Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Jawa Timur, H. M Arum Sabil membuka kegiatan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) dan Tingkat Lanjut (KML) 2026 di Universitas Nahdlatul Ulama (UNUSA), Surabaya pada Senin, 27 Juli 2026.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 197 peserta yang merupakan mahasiswa dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru. Menurutnya KMD dan KML menjadi momentum penting yang mempertemukan dunia pendidikan tinggi dan kepramukaan.

Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa pendidikan tinggi berarti membangun manusia melalui ilmu pengetahuan, penelitian dan pengabdian. Sedangkan, Gerakan Pramuka membentuk manusia melalui pengalaman, keteladanan dan learning by doing.

"Ini juga sesuai dengan hubungan antara Tri Dharma Perguruan tinggi dan Dasa Darma Pramuka. Pendidikan bukan sekadar memindahkan pengetahuan, melainkan proses memanusiakan manusia untuk melahirkan generasi bertakwa, cinta alam dan berkarakter luhur," kata Kak Arum.

Lanjutnya, kolaborasi penelitian dan Dasa Darma kedua dengan melatih cara berpikir kritis, objektif dan berbasis bukti. 

Baca Juga:
197 Peserta Pramuka Ikut KMD di Unusa, Rektor Tri Yogi Berikan Pesan Penting

"Semangat ini sejalan dengan Dasa Darma untuk menjadi pembelajar yang adaptif dan inovatif. Ketiga, pengabdian masyarakat. Tri Dharma memberikan kerangka pengabdian bagi seorang intelektual, sedangkan Dasa Darma menjadi kompas moralnya, agar ilmu yang dimiliki senantiasa mendatangkan manfaat bagi sesama," tuturnya.

Ketua Kwarda Pramuka Jatim Arum Sabil memberikan penghargaan kepada perwakilan peserta KMD dan KTL di UNUSA Surabaya, Senin, 27 Juli 2026. (Foto: Fitra/Ketik.com)

Terpisah, Kapusdiklatda Argasonya Kwarda Jatim, Dr. H. Zainuddin, M.Si, menambahkan kegiatan ini diselenggarakan untuk mendapatkan pelatihan serta pendidikan tentang kepramukaan dan berorientasi pada Pramuka produktif.

"Metode dari kepramukaan itu ada sistemnya, andragogi. Kami kembangkan dengan kolaboratif dan integratif. Materi kepramukaan yang mengandung nilai-nilai pendidikan karakter," katanya.

Baca Juga:
Arum Sabil Bangga! Kader Pramuka Garuda Jatim Ghia Dinobatkan sebagai Puteri Kebaya Indonesia 2026

Metode ini, lanjutnya agar peserta dapat menjadi Pramuka yang produktif, adaptif dan berkelanjutan. Serta terdapat muatan lokal tentang Pramuka produktif.

"Melalui para pelatih menyampaikan kepada para pembina dan para pembina mereka yang akan membina adik-adik yang mereka otomatis para pembina harus mengadaptasi diri dalam rangka untuk yang dididik para generasi alfa," tuturnya. (*)