KETIK, BONDOWOSO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui gelaran Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar Tahun 2026 dan Kick Off Bulan Literasi Keuangan Tahun 2026.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan bagi pelaku usaha ultra mikro dan UMKM di Bondowoso. Kamis, 21 Mei 2026 di ball room ijen view.

Acara itu dihadiri langsung oleh Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid bersama Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Syafi’i, Kepala OJK Jember Aris Budiman, Sekretaris Daerah Fathur Rozi.

Dan jajaran kepala perangkat daerah OPD Kabupaten Bondowoso, serta pimpinan PT Permodalan Nasional Madani (PNM), BRI, Pegadaian, hingga para pelaku usaha ultra mikro.

Bupati Bondowoso menegaskan bahwa literasi keuangan bukan sekadar kemampuan mengelola uang, melainkan fondasi penting dalam membangun kemandirian ekonomi keluarga dan keberlanjutan usaha masyarakat.

Baca Juga:
Jepang Bidik Potensi Bumi Ki Ronggo, Bupati Hamid Buka Kerja Sama International

“Pengetahuan tentang keuangan memiliki nilai strategis karena mampu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan ultra mikro,” ujarnya.

Pemkab Bondowoso, lanjutnya, terus berupaya memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM, petani, pedagang kecil, serta perempuan produktif.

Menurutnya, akses terhadap layanan keuangan yang aman, mudah, dan terjangkau menjadi kebutuhan utama masyarakat di tengah tantangan ekonomi saat ini.

Karena itu, sinergi antara OJK, PT PNM, dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dinilai sebagai langkah nyata untuk memperluas inklusi keuangan sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengembangkan usaha yang sehat dan berkelanjutan.

Baca Juga:
Infrastruktur Desa Digenjot, Jalan Rusak di Suling Wetan Bondowoso Disulap Jadi Mulus

Bupati juga berharap kegiatan PKU Akbar 2026 mampu meningkatkan kapasitas pelaku usaha agar lebih inovatif, adaptif, dan mampu memanfaatkan teknologi serta sumber pembiayaan secara bijak.

“Bondowoso memiliki potensi besar di sektor pertanian, kopi, perdagangan, dan ekonomi kreatif. Potensi ini harus diperkuat dengan kemampuan manajemen usaha dan literasi keuangan yang baik,” katanya.

Sementara itu, penguatan peran TPAKD dan program Gencarkan disebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berdaya saing.

Pemerintah daerah berkomitmen terus mendukung berbagai program peningkatan literasi dan inklusi keuangan demi mewujudkan masyarakat Bondowoso yang lebih maju dan sejahtera.

Bupati berharap Bulan Literasi Keuangan Tahun 2026 dapat menjadi gerakan kolektif yang mampu membangkitkan semangat masyarakat untuk terus mengembangkan usaha serta mengelola keuangan secara sehat dan produktif.

“Kami ingin masyarakat Bondowoso menjadi lebih mandiri, produktif, dan memiliki daya saing yang kuat dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan,” pungkasnya.(*)