KETIK, CILACAP – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berkolaborasi dengan Komisi V DPR RI, kembali menggelar Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu, 29 Juli 2026.

Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Graha Darussalam ini, bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan nelayan dalam memanfaatkan informasi iklim dan cuaca maritim demi keselamatan serta peningkatan hasil tangkapan.

Kegiatan edukasi strategis ini dibuka secara resmi oleh Anggota Komisi V DPR RI, Novita Wijayanti ditandai dengan pemukulan gong.

SLCN di Cilacap dibuka secara resmi oleh Anggota Komisi B DPR RI, Novita Wijayanti ditandai dengan pemukulan gong. (Foto: Nani Eko/Ketik.com)

Novita menyampaikan, Sekolah Lapang ini bertujuan memberikan edukasi, pengetahuan, dan pelatihan kepada nelayan di Cilacap tentang cara memanfaatkan teknologi terkini yang dipadukan dengan kearifan lokal agar penangkapan ikan lebih tepat sasaran.

Baca Juga:
Anggota DPR RI Novita Wijayanti Gandeng Kementerian PU Cetak Tukang Bersertifikat di Cilacap

Selain itu, informasi iklim dan cuaca maritim juga dimanfaatkan untuk meningkatkan keselamatan nelayan saat melaut. Sebab, Kabupaten Cilacap merupakan salah satu benteng masyarakat maritim sekaligus garda terdepan di pesisir selatan Jawa yang dihuni ribuan nelayan dan menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah.

"Harapannya faktor keselamatan menjadi yang utama dan yang kita harapkan zerro accident. Artinya nelayan pulang dalam keadaan selamat dan mereka membawa hasil tangkapan ikan yang tentunya melimpah," kata Novita.

Kegiatan SLCN diikuti oleh 68 personel yang terdiri dari 60 nelayan dari berbagai wilayah di Kabupaten Cilacap serta 6 personel dari dinas dan instansi terkait.

Materi yang diberikan meliputi pengenalan SLNC, pengantar meteorologi maritim, pemahaman dan diseminasi informasi maritim, serta maritim tambahan dari Dinas Perikanan Kabupaten Cilacap.

Baca Juga:
Legislator Novita Wijayanti Tinjau Pembangunan Prasarana Pengendalian Banjir Sungai Cirajayu Cilacap

Di samping itu, nelayan ini nantinya menjadi agen atau kepanjangan tangan dari BMKG untuk turut serta mengedukasi nelayan lainnya yang tidak mengikuti SLCN.

"Ini rutin kita adakan setiap tahun bersama BMKG untuk nelayan yang ada di Cilacap," beber kader partai berlambang burung garuda ini.

Assisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Cilacap, Ferry Adhi Dharma, menyambut baik dan mendukung SLCN untuk nelayan dari BMKG tersebut.

"Kami sangat mendukung program SLCN ini. Kalau bisa jangan setahun sekali, bisa setahun 2 kali. Syukur-syukur setahun empat kali, triwulan," ujar Ferry.

"Tentu karena kita melihat Cilacap ini pesisir pantai, panjang. Selain itu, jumlah nelayan di pesisir itu banyak. Jadi sekolah ini sangat membantu sekali, khususnya bagi nelayan yang ada di Cilacap," lanjutnya.

Ia berharap melalui SLCN tersebut, dapat mengedukasi para nelayan yang berimbas kepada peningkatan hasil tangkapan.

"Harapan kami bisa mengedukasi teman-teman nelayan, yang nanti akan berimbas pada hasil penangkapan ikan, dan itu juga akan mensejahterakan mereka. Dengan ini, PAD Cilacap menjadi meningkat," ungkap Ferry.

Sementara itu, Sekretaris Utama (Sestama) BMKG, Guswanto menambakan, selain di Cilacap, Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) ini juga diadakan di Dapil lainnya.

Selain meningkatkan keselamatan nelayan, juga memperkuat pemahaman terhadap cuaca maritim. Hal ini untuk meminimalisir terjadinya laka laut dengan memanfaatkan informasi cuaca maritim.

"Kalau nanti kita tambahkan, itu yang untuk cuaca iklim dan gempa, jadi sekolah lapang iklim dan sekolah lapang gempa. Bisa juga di tahun depan kita geser kesini. Jadi ini tergantung dari dinamika apa yang terjadi saat ini," pungkas Guswanto. (*)