KETIK, TUBAN – Langkah nyata dalam merawat lingkungan berlandaskan ajaran agama kembali digelorakan dari pelosok Tuban selatan.
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tuban telah meluncurkan gerakan Ekoteologi melalui penanaman pohon secara simbolis di MA YPPM Daruttauhid Al-Hasaniyyah, Desa Sendang, Kecamatan Senori.
Agenda spiritualitas hijau yang dikemas harmonis dirangkaikan kegiatan Pembinaan, Monitoring, dan Evaluasi (Monev) bagi para penerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) periode 2025–2026.
Puluhan pengawas serta kepala maupun guru TPG jenjang RA, MI, MTs, hingga MA se-Kecamatan Senori tampak khidmat mengikuti serangkaian kegiatan yang dilaksanakan pada Senin 3 Agustus 2026
Kepala MA YPPM Daruttauhid Al-Hasaniyyah, KH. Muhammad Hilmi atau Gus Hilmi, menegaskan bahwa pentingnya mengaitkan ibadah ekologis dengan dalil-dalil syariat.
Baca Juga:
SMKN 1 Jatirogo Ajak Orang Tua Kawal Dana PIP, Pastikan Rp1,8 Juta Tepat SasaranPutra dari almarhum Kiai Nasiruddin Qodir tersebut menerangkan bahwa program membumikan Ekoteologi sejalan dengan cara pandang Al-Qur'an tentang hubungan harmonis antara Manusia, Allah, dan Alam.
Gus Hilmi mengutip firman Allah SWT dalam QS. Al-A'raf Ayat 58:
وَالْبَلَدُ الطَّيِّبُ يَخْرُجُ نَبَاتُهٗ بِاِذْنِ رَبِّهٖۚ وَالَّذِيْ خَبُثَ لَا يَخْرُجُ اِلَّا نَكِدًاۗ كَذٰلِكَ نُصَرِّفُ الْاٰيٰتِ لِقَوْمٍ يَّشْكُرُوْنَ
“Tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur seizin Tuhannya. Adapun tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami jelaskan berulang kali tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.”
Baca Juga:
Pemkab Tuban Perkuat Perang Melawan Rokok Ilegal, Warga Diajak Aktif Melapor"Selamatkan tanah, maka selamatlah iman. Ada ikatan spiritual yang kuat antara manusia dengan alam. Tugas kita adalah menjaga tanah agar tetap produktif dan tidak rusak. Menanam pohon bukan sekadar gerakan fisik, melainkan nilai ibadah nyata yang membawa keberkahan bagi lingkungan sekitar," jelas Gus Hilmi ditemui di sela-sela acara seminar di aula MA YPPM Daruttauhid Al- Hasaniyyah pimpinan KH. Abdulloh Hasyim
Tokoh muda Senori ini juga mengutip hadis riwayat Bukhari dan Muslim untuk menguatkan urgensi aksi penghijauan yang dilaksanakan oleh lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag Tuban di kecamatan Senori tersebut:
“Tidaklah seorang muslim menanam pohon atau menabur benih, lalu sebagian darinya dimakan oleh burung, manusia, atau binatang, melainkan itu menjadi sedekah baginya.”
"Artinya, penanaman pohon ini adalah investasi akhirat. Kami di MA Al-Hasaniyyah sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Kemenag Tuban serta jajaran MKKS yang telah menunjuk lembaganya sebagai lokasi tempat launching Ekoteologi"
"Kami berharap ustaz dan ustazah penerima TPG bisa menjadi agent of change tidak hanya mencerdaskan secara intelektual, tetapi juga menanamkan kecintaan pada tanah air dan kelestarian alam kepada para peserta didik," harapnya
Dalam arahannya, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tuban, Hj. Ummi Kulsum, menyampaikan bahwa ekoteologi merupakan manifestasi konkret dari peran manusia sebagai khalifah fil ardh atau pemimpin di bumi yang mengemban amanah untuk kelestarian lingkungan sekitar.
"Menanam pohon adalah bagian dari ibadah. Melalui program ekoteologi ini, kita ingin menanamkan kesadaran mendalam kepada pendidik dan peserta didik bahwa merawat lingkungan adalah tanggung jawab iman,” ucapnya
Ummi menambahkan bahwa progam penghijauan dirancang oleh kantor kemenag Tuban agar tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan (green spirituality).
“Ini adalah dakwah nyata. Merawat bumi adalah bagian dari keimanan kita,” tukas Ummi seraya mengapresiasi soliditas sinergi antara Kemenag, para pendidik, dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) se-Kecamatan Senori dalam Pembinaan, Monev dan evaluasi bagi penerima Tunjangan Profesi Guru atau TPG tahun 2025-2026.
Informasi dihimpun di lokasi kegiatan,sebelumnya para peserta, juga melakukan aksi deklarasi bersama oleh para pengawas, kepala madrasah, dan guru penerima TPG se-Kecamatan Senori.
Deklarasi dimaksud bagian dari komitmen kolektif dalam mewujudkan ekosistem lembaga pendidikan Islam yang asri, berwawasan lingkungan, dan sarat nilai-nilai kearifan keagamaan.(*)