KETIK, MADIUN – Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) 2024 kota Madiun masuk kategori sedang dari seluruh dimensi. Hal itu disampaikan anggota Bawaslu Jawa Timur Eka Rahmawati saat berkunjung ke kota Madiun, Jumat (14/06/2023).

Eka mengatakan, meski masuk kategori sedang, bukan berarti kota Madiun tidak ada kerawanan. Harus tetap ada perhatian dari berbagai pihak. Tindak mitigasi juga tetap diperlukan agar penyelenggaraan pemilu pilkada 2024 lebih baik. 

"Karena sedang ini tidak rendah, berarti ada kejadiannya dan perlu dimitigasi agar penyelenggaraan di tahun ini bisa lebih baik," kata Eka Rahmawati.

Langkah mitigasi sendiri, tambah Eka Rahmawati, harus melihat bentuk-bentuk dimensinya. Misalnya dalam dimensi kontestasi atau dimensi lainnya.

Strategi pencegahannya berbasis data yang disajikan pada masing-masing sub dimensi. 

Baca Juga:
Gelar Apel Korve dan Gerakan Asri, Plt Wali Kota Madiun Ajak Warga Bangun Budaya Pilah Sampah dari Rumah

"Langkah mitigasi harus melihat bentuk dimensinya dulu, misal dimensi kontestasi terkait netralitas ASN misalnya. Strategi pencegahannya berbasis data yang disajikan pada masing-masing sub dimensi itu," terangnya.

Acara sosialisasi kerawanan Pilkada 2024 yang digelar Bawaslu Jatim di kota Madiun, Jumat (14/6/2024) (Foto: Kurniawan/Ketik.co.id)

Sementara itu, di tempat yang sama Komisioner Bawaslu kota Madiun Mohda Alfian menjelaskan, pihaknya akan memeriksa kembali kerawanan-kerawanan dalam setiap tahapan di kota Madiun.

Oleh sebab itu, Bawaslu kota Madiun mengumpulkan kembali para stakeholder dalam acara Sosialisasi di Aston Madiun, Jumat (14/6/2024).

Baca Juga:
Wadahi Talenta Digital, Plt Wali Kota Madiun Buka Turnamen E-Sports Piala Wali Kota 2026

Tema yang diangkat adalah Pengawasan Partisipatif Stakeholder untuk evaluasi pemilu dan Mitigasi Potensi Kerawanan pada Pemilihan Serentak Tahun 2024.

"Untuk itu di acara hari ini kami mengajak stakeholder untuk partisipatif, hasilnya kita akan melaporkan ke provinsi," pungkas Mohda Alfian. (*)