KETIK, BANYUWANGI – Antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur berhasil terurai secara bertahap setelah diterapkan strategi percepatan bongkar muat pada 28 September 2026 pukul 13.00 WIB.

Selain strategi tersebut, banyak aspriasi lain yang disampaikan dan berbagai keputusan yang dihasilkan serta disepakati bersama oleh seluruh stakeholder pemerintahan.

Dikutip dari Instagram @bambangharyos, hal tersebut disampaikan dalam kunjungan para regulator, seperti BPTD, KSOP, GM PT ASDP Indonesia Ferry, Ketua dan Anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Dinas Perhubungan Kabupaten Banyuwangi serta berbagai instansi dan lembaga terkait lainnya pada 28 September 2026.

Berkat strategi tersebut, kurang dari 24 jam, antrean berhasil terurai hingga tinggal sekitar 10 persen dari kondisi sebelumnya yang mencapai 12-16 kilometer dan telah berlangsung selama lebih dari satu minggu. Situasi terakhir pada pagi 29 September 2026 sudah minim antrean di Pelabuhan Ketapang, rata-rata di bawah 2 kilometer. Bahkan setelah empat hari, mulai pukul 09.00 WIB, antrean hanya sekitar 800 meter dari Pelabuhan Ketapang.

Hal ini menjadi bukti bahwa strategi percepatan bongkar muat dengan menyediakan kapasitas 60 persen lebih banyak memberikan dampak yang nyata. Dari sebelumnya punya kurun waktu berangkat 35 menit menjadi hanya 15 menit. Bahkan, sebelum melakukan strategi percepatan, antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang setiap harinya mencapai lebih dari 12 kilometer.

Baca Juga:
DPD Golkar Tulungagung Apresiasi Sarmuji Jadi Menteri Perindustrian

Tak hanya strategi bongkar muat, para stakeholder pelabuhan juga diharapkan memperluas dermaga yang saat ini berjumlah sekitar tiga menjadi empat dermaga. Penambahan tersebut diharapkan dapat meningkatkan jumlah kapal yang bisa berlabuh setiap harinya. Bambang Haryo mengatakan, dermaga tambahan itu ditargetkan sudah siap dalam waktu satu bulan.

Dengan kelancaran transportasi penyebrangan, proses logistik hasil industri dan pertanian menjadi lancar dan tidak terkendala. Tak hanya itu, bidang pariwisata akan lebih meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Bali, Banyuwangi dan ekonomi sekitar pelabuhan dikarenakan banyaknya para wisatawan yang menuju ke Bali.

Apresiasi setinggi-tingginya untuk seluruh stakeholder transportasi penyeberangan yang telah bergerak cepat, bersinergi dan bekerja luar biasa dalam mengurai permasalahan antrean di Pelabuhan Ketapang.

Mulai dari seluruh perusahaan pelayaran yang tergabung dalam GAPASDAP, PT ASDP Indonesia Ferry, BPTD, KSOP, Kepolisian, hingga TNI yang telah menjalankan percepatan bongkar muat secara disiplin sehingga mampu memperlancar arus transportasi penyeberangan. (*)

Baca Juga:
Profil Nuzran Joher, dari Aktivis HMI hingga Jabat Ketua Ombudsman RI