KETIK, MALANG – Asap akibat kebakaran di TPA Supit Urang masih mengepul hingga Kamis 22 Oktober 2026 siang. Masyarakat yang terdampak asap dapat mengakses layanan pengobatan gratis di Puskesmas Mulyorejo.
Kebakaran TPA Supit Urang membuat sejumlah wilayah di Kota Malang hingga Kabupaten Malang terkena dampak asap dan bau tak sedap. Asap menyebar hingga ke Tlogomas, Dinoyo, Jalan Soekarno-Hatta, hingga ke wilayah Kabupaten Malang seperti Dau dan Karangploso.
Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin menjelaskan Dinas Kesehatan (Dinkes) telah berkoordinasi dengan RSUD dan Puskesmas Mulyorejo untuk sosialisasi. Fasilitas layanan kesehatan gratis tersebut tak hanya diperuntukkan masyarakat Kota Malang, namun lintas wilayah.
"Kita mohon maaf ke semua warga yang terdampak. Jadi, kalaupun terdampaknya masuk wilayah Kabupaten Malang tidak masalah, kita fasilitasi pengobatan gratis di Puskesmas Mulyorejo," ujarnya.
Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif menjelaskan apabila masyarakat membutuhkan perawatan lanjutan, akan diarahkan ke rumah sakit terdekat.
Baca Juga:
Kebakaran TPA Supit Urang Picu Antrean Truk, DLH Kota Malang Pastikan Pengambilan Sampah Tetap Normal"Kami menyiapkan Puskesmas Mulyorejo sebagai rawat sementara, manakala ada yang perlu dirawat. Manakala ada rujukan, itu kita siapkan rumah sakit terdekat, misalnya di RST Soepraoen," sebut Husnul.
Asap yang mengepul tentu dapat mengganggu kesehatan masyarakat, khususnya apabila terpapar dalam jangka waktu cukup lama. Terlebih pada awal terjadinya kebakaran, asap hitam menyebar ke lingkungan masyarakat.
"Kemarin di awal-awal itu asap hitam. Sore saya berkunjung ke sana, asap sudah putih. Artinya, komponen-komponen di CO yang ada di asap kebakaran TPA sudah mulai berkurang," katanya.