Kali ini, satu unit rumah warga di RT 03 RW 04 Air Liau, Kelurahan Agung Lawangan, Kecamatan Dempo Utara Kota Pagaralam Sumsel , terdampak puting beliung hingga bagian atap rumah terbang tersapu angin.

Peristiwa tersebut terjadi Minggu (20/9) sekitar pukul 17.30 WIB, saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut yang disertai hembusan angin kencang.

Rumah yang terdampak diketahui milik Windu (27). Dalam kejadian itu, satu Kepala Keluarga dengan empat jiwa terdampak.

Meski mengalami kerusakan pada bagian atap, tidak ada korban jiwa maupun laporan warga mengalami luka.

Baca Juga:
Peringati 71 Tahun Lalu Lintas Bhayangkara, Ditlantas Polda Sumsel Dekatkan Diri dengan Santri

Kepala BPBD Kota Pagar Alam Drs. Agus Akhmad melalui Kasubid Logistik BPBD Kota Pagar Alam Sumsel Panca Putra mengatakan, kondisi cuaca ekstrem menjadi pemicu rusaknya rumah warga tersebut.

“Keterangan di lapangan, hujan deras dan angin kencang menyebabkan atap rumah rusak dan melayang. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujarnya.

Laporan mengenai kejadian tersebut diterima Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (PUSDALOPS-PB) BPBD Kota Pagar Alam Sumsel pada Senin (21/9).

Setelah menerima laporan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Pagar Alam Sumsel langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

Baca Juga:
400 Anggota BPD Resmi Dikukuhkan di Pendopo Amangkurat Tegal

Bersama masyarakat dan unsur terkait, petugas membersihkan material seng yang berserakan akibat terjangan angin.

Tim juga membantu memperbaiki bagian atap rumah warga yang mengalami kerusakan agar dapat kembali digunakan.

“Upaya yang dilakukan, tim langsung membersihkan seng yang berserakan dan membantu memperbaiki atap rumah warga yang terdampak,” jelasnya.

BPBD Kota Pagar Alam Sumsel mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

Terlebih, saat ini telah memasuki musim penghujan yang berpotensi disertai cuaca ekstrem seperti hujan deras dan angin kencang.

Masyarakat diminta segera melaporkan apabila terjadi bencana atau kondisi yang membahayakan.

Kewaspadaan dini dinilai penting untuk meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan akibat cuaca ekstrem.