KETIK, ASAHAN – Produk unggulan UMKM Kabupaten Asahan mencuri perhatian dalam ajang Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026. Ketua Tim Komisi VII DPR RI, Dr. Evita Nursanty, bahkan membeli satu pasang Sepatu Bunut sebagai bentuk dukungan terhadap produk lokal saat mengunjungi Paviliun Kabupaten Asahan, Sabtu, 11 Juli 2026.

Kedatangan Dr. Evita Nursanty bersama rombongan disambut langsung Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin. Dalam kunjungan tersebut turut hadir Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution yang bersama-sama meninjau berbagai produk unggulan daerah yang dipamerkan.

PRSU 2026 menjadi ajang budaya dan ekonomi kreatif terbesar di Sumatera Utara dengan mengusung tema "Harmoni Emas dengan Semangat Kolaborasi Tradisi, Bangkitkan Inspirasi." Kegiatan yang berlangsung pada 3 Juli hingga 2 Agustus 2026 itu menghadirkan pameran UMKM, pertunjukan seni budaya, hiburan, serta kolaborasi berbagai pelaku industri kreatif dari kabupaten dan kota se-Sumatera Utara.

Di Paviliun Kabupaten Asahan, rombongan meninjau sejumlah produk unggulan, di antaranya Sepatu Bunut dan bibit kultur jaringan hasil pengembangan PT Hijau Surya Biotechindo. Bupati Asahan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkenalkan berbagai potensi ekonomi daerah, termasuk perkembangan industri Sepatu Bunut yang telah menjadi salah satu ikon UMKM Kabupaten Asahan.

Produk Sepatu Bunut mendapat apresiasi dari Dr. Evita Nursanty. Menurutnya, sepatu buatan pelaku UMKM Asahan memiliki desain yang menarik, kualitas yang baik, jahitan yang rapi, serta berpeluang bersaing di pasar yang lebih luas.

Baca Juga:
Ketua TP PKK Asahan Tinjau Posyandu, Dorong Peningkatan Layanan Terpadu bagi Masyarakat

Sebagai bentuk dukungan terhadap produk UMKM lokal, Ketua Tim Komisi VII DPR RI itu membeli satu pasang Sepatu Bunut berukuran 38.

Selain memberikan apresiasi, Dr. Evita juga berharap Pemerintah Kabupaten Asahan terus memperkuat pembinaan terhadap pelaku UMKM melalui pelatihan dan pendampingan. Upaya tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas akses pemasaran, sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang mampu menggerakkan perekonomian daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin menjelaskan bahwa industri Sepatu Bunut merupakan usaha rumahan yang telah berkembang sejak 1998. Sentra produksinya berada di sepanjang Jalan Lintas, Kelurahan Bunut dan Sidomukti, Kecamatan Kisaran Barat, sekitar 3,5 kilometer dari Kantor Bupati Asahan.

Menurutnya, Sepatu Bunut menawarkan beragam model dengan kualitas jahitan yang rapi, daya tahan yang baik, serta harga yang terjangkau. Produk tersebut memiliki ciri khas berupa desain tanpa tali, tanpa tumit, dan dikenal dengan model pansus yang tersedia untuk pria maupun wanita.

Baca Juga:
Wakil Bupati Asahan Gunting Pita Resmikan Gedung Persiapan MAN 3 Asahan, Perluas Akses Pendidikan di Aek Ledong

Keunikan lainnya terletak pada teknik pembuatannya. Berbeda dengan sepatu pada umumnya, proses pemasangan kulit pada Sepatu Bunut dilakukan dari bagian tapak menuju bagian atas sehingga menghasilkan karakter dan kekuatan yang khas.

Melalui keikutsertaan dalam PRSU 2026, Pemerintah Kabupaten Asahan berharap produk-produk unggulan daerah semakin dikenal masyarakat, mampu memperluas pasar UMKM, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Asahan. (*)