KETIK, JAKARTA – Pemerintah Afrika Selatan telah memproses kurang lebih 53.449 warga negara asing untuk di deportasi dan pemulangan (repatriasi) dalam beberapa pekan terakhir.
Angka itu disampaikan Menteri Kehakiman dan Pengembangan Konstitusi Afrika Selatan sekaligus Ketua Komite Antar-Kementerian tentang Migrasi (IMC), Mmamoloko Kubayi, dalam konferensi pers tanggal 12 Juli 2026 kemarin.
Dilansir dari CGTN, Kubayi mengatakan, negara-negara asal Malawi, Zimbabwe, dan Mozambik menjadi kelompok terbesar yang diproses untuk pemulangan.
Ketiga negara tersebut merupakan bagian dari kawasan Komunitas Pembangunan Afrika Selatan (SADC) yang memiliki mobilitas penduduk cukup tinggi dengan Afrika Selatan.
Selain negara-negara SADC, operasi penegakan hukum juga diperluas terhadap warga negara asing dari kawasan Afrika lainnya.
Baca Juga:
Piala Dunia 2026 'Makan Korban', Sudah 15 Pelatih Timnas Hengkang Sebelum Turnamen BerakhirPemerintah mencatat sebanyak 2.615 orang telah diproses untuk dipulangkan ke sejumlah negara di luar kawasan tersebut.
Dari jumlah itu, sebanyak 1.159 warga negara asing akan dipulangkan ke Nigeria, 939 orang ke Uganda, 431 orang ke Kenya, serta 86 orang ke Republik Kongo.
Pemerintah dikatakan akan terus meningkatkan operasi keamanan perbatasan, memperketat pengawasan imigrasi, serta menindak berbagai bentuk pelanggaran terhadap undang-undang keimigrasian.
Pemerintah berkomitmen memastikan sistem migrasi berjalan sesuai aturan, sekaligus menjaga keamanan perbatasan negara. (*)